HomeDaerahKalimantan

10 Kabupaten dan Kota di Kaltim Kini Zona Merah Covid-19

10 Kabupaten dan Kota di Kaltim Kini Zona Merah Covid-19

SAMARINDA, SUARADEWAN.com — Dua hari berturut-turut, Provinsi Kalimantan Timur melaporkan penambahan lebih 1.000 kasus positif Covid-19 baru. Hari ini bertambah 1.051 kasus, setelah sehari sebelumnya, Jumat (9/7) bertambah 1.021 kasus. Kini semua kabupaten dan kota di Kaltim berada di zona merah.

Satgas Covid-19 Kalimantan Timur melaporkan, penambahan tertinggi dilaporkan dari kota Balikpapan 285 kasus, kota Bontang 203 kasus, kabupaten Kutai Kartanegara 180 kasus, serta kota Samarinda 70 kasus Corona baru.

“Angka kasus terkonfirmasi positif menjadi 84.814 kasus. Rata-rata 2.279 orang per 100 ribu penduduk di Kaltim terpapar Covid-19,” kata Jubir Satgas Covid-19 Kaltim Andi M Ishak, Sabtu (10/7).

Baca Juga:  Sugiharto, Gombong : Kaltim ini Surga, Mari Kita Bangun dengan Jujur

Kabar baiknya, pasien sembuh dari Covid-19 naik signifikan 440 kasus. Sehingga total kasus sembuh menjadi 74.187 orang.

“Penambahan 26 kasus kematian baru hari ini, menjadikan total kasus meninggal akibat paparan Covid-19 menjadi 2.027 orang,” ujar Andi.

Dengan begitu, total kasus positif aktif atau pasien berstatus perawatan baik isolasi mandiri, di pusat karantina hingga di rumah sakit kini menjadi genap 8.600 kasus. Di mana, 2.846 di antaranya ada di kota Balikpapan.

Dengan begitu, 10 kabupaten kota/kota di Kaltim kini menjadi zona merah dengan angka kasus positif aktif lebih dari 51 kasus. Padahal sebelumnya, Kabupaten Mahakam Ulu berada di zona oranye.

Baca Juga:  Ratusan Guru di Kaltim Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

“Ada 1.064 orang sedang menunggu hasil laboratorium,” terang Andi.

Sementara di Samarinda dilaporkan, RSUD AW Sjachranie Samarinda sebagai rumah sakit terbesar di Kalimantan Timur terpaksa menutup layanan IGD per Jumat (9/7). Selain ruang rawat penuh, dilaporkan lebih 70 orang pegawai RS terpapar Corona.

“Ada 72 petugas RSUD AW Sjachranie terkonfirmasi positif Covid-19. Kondisi ini turut mempengaruhi pelayanan rumah sakit. Penutupan ini bersifat sementara. Apabila pasien sudah dipindahkan (ke ruang perawatan), IGD akan kami buka kembali,” kata Kepala Instalasi Humas dan PKRS RSUD AW Sjachranie dr Arysia Andhina. (li/mer)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: