167 Triliun Jumlah Uang Beredar Selama Bulan Puasa

Rupiah dan Dollar AS

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Uang yang beredar di masyarakat, dari awal bulan puasa sampai lebaran, diperkirakan mencapai Rp 167 Triliun. Tingginya jumlah uang beredar berdampak positif untuk menggerakkan berbagai sektor perekonomian di Jakarta dan sejumlah daerah.

“Arus pergerakan uang paling banyak terpantau di Pulau Jawa atau sekitar 65 persen. Secara spesifik di wilayah Jabodetabek peredaran uangnya mengambil porsi 30 persen,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi saat dihubungi, Kamis 22 Juni 2017.

Baca Juga:  Penjualan Lesu, Hypermart Terlambat Bayar Utang Ke Supplier

Lebih lanjut dia mengatakan jumlah uang baru yang beredar selama Ramadan sekitar Rp80 triliun dengan persebaran merata di Tanah Air.

Tren kenaikan peredaran uang selama periode Ramadhan disebabkan meningkatnya kegiatan ekonomi di masyarakat, khususnya menjelang lebaran. Namun, hal tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap inflasi.

“Konsumsi akan naik, tetapi pemerintah mengimbangi dengan pasokan yang lancar. Kita berharap dan cukup optimistis, inflasi saat ini akan lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Suhaedi.

Suhaedi mengimbau masyarakat agar menggunakan uang secara bijak. Transaksi yang melibatkan uang dengan jumlah besar sebaiknya dilakukan secara tunai.

Baca Juga:  Tanggapi Kritikan Prabowo, PDI-P: Barang Lama dengan Kemasan Baru

Secara terpisah, Ketua BNP2TKI Nusron Wahid menambahkan, jumlah remitansi atau uang dari para tenaga kerja Indonesia yang masuk ke Indonesia selama Ramadan meningkat 15-20 persen ketimbang bulan-bulan biasanya.

Kenaikan itu telah terjadi selama tiga tahun terakhir.

“Kenaikan remitansi diperkirakan mencapai USD14,1 juta dari tiap bulan, yakni sebesar USD70,8 juta,” kata Nusron. (AH)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90