3 Tokoh Dukung Pemilu 2024 Dilakukan Dalam Sistem Tertutup

SUARADEWAN.com – Keinginan pemerintah untuk mengubah metode pemilihan umum menjadi sistem proporsional daftar caleg tertutup rupanya pernah dikemukakan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarta Danusubroto pada tanggal 13/10/2022.

Saat itu, di Menteng, Jakarta Pusat, Sidarta Danusubroto mengatakan,”Pemilihan umum anggota DPR dan DPRD dilakukan dengan sistem proporsional daftar tertutup, sesuai dengan ketentuan Pasal 22E Ayat (3) UUD RI Tahun 1945.”

Pasal 22E Ayat (3) UUD RI Tahun 1945 tersebut berbunyi Peserta pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah partai politik.

Dalam pemilihan umum dengan sistem proporsional daftar caleg tertutup tersebut, rakyat hanya dapat mencoblos partai saja. Untuk selanjutnya, tentang siapa yang berhak menduduki kursi DPR dan DPRD, adalah wewenang partai.

Bahkan, Mahfud MD, sebagai Menkopolhukam, pun mendukung kembalinya penggunaan sistem tertutup tersebut. Hal tersebut dikatakannya menanggapi usulan PDI-P dalam diskusi Reformasi Sistem Hukum Nasional di Jakarta, 13/10/2022.

“Saya ingin tambahkan dukungan dulu kepada PDIP salah satunya agar Pemilu itu kembali ke sistem proporsional tertutup. Kalau dikembalikan tertutup itu bagus. Diubah saja,” kata Mahfud kala itu.

Sedangkan, Ketua Badan Pengkajian MPR, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan hal tersebut perlu dikaji terlebih dahulu. Hal tersebut ia katakan ketika bertemu komisioner KPU di Kantor KPU, Jakarta, 21/09/2022.

“Bagaimana caranya perlu dikaji untuk proporsional murni atau proporsional tertutup,” ujar Djarot.

Djarot mengatakan bahwa sistem proporsional tertutup dapat memangkas banyak biaya, dan juga menghindarkan praktek uang politik.

“Dengan itu maka tidak ada lagi pertarungan antarcalon, mereka yang sekarang ngurusin partai luar biasa, berkorban luar biasa kemudian pada saat pencalonan itu kalah sama orang baru yang membawa duit karena amplopnya lebih tebal, ini tidak fair,” ujar Djarot.

Djarot Saiful Hidayat selain duduk di MPR juga adalah Ketua DPP PDIP bidang Ideologi dan Kaderisasi.

Padahal, pasca reformasi 1998, tepatnya pada pemilu legislatif 2004, Indonesia telah dapat menerapkan sistem proporsional terbuka. Dengan metode yang dimiliki sistem proporsional terbuka, pemilih dapat langsung mencoblos partai sekaligus calon legislatif yang dipilihnya sendiri.  ***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90