HomeSkandalKontroversi

Ada Upaya Busuk Menuduh Amien Rais Korupsi

Ada Upaya Busuk Menuduh Amien Rais Korupsi

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Media dan sosial media digiring memberitakan seolah mantan pimpinan MPR Amien Rais terlibat dalam praktik korupsi yang merujuk pada tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Tipikor, dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu yang lalu terkait ada aliran dana sebesar 600 juta rupiah yang diterima oleh Amien Rais.

Sejauh ini, khalayak umum masih berpegang pada pemberitaan media terkait tuntutan jaksa terhadap terdakwa Siti Fadilah Supari. Disebut dalam tuntutan Amien Rais (AR) menerima aliran dana sebanyak 6 kali dengan total Rp 600 juta. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam pernyataanya.

“Terang dan jelas tuntutan jaksa tak mengkualifikasikan peran Pak Amien Rais sebagai aktor pelaku pidana. Hanya sebatas menerima aliran dana. Pak Amien Rais (AR) sudah mengakui benar dapat dana sebatas donasi atau bantuan. Dana yg diberikan hanya berupa bantuan sukarela tanpa motif jahat,” kata Dahnil, Minggu, (4/6).

Baca Juga:  Unggah Meme Lecehkan Habib Rizieq dan Amien Rais, Anggota DPRD Ini Babak Belur Dihajar Massa

Dikatakan lanjutnya, sejatinya hal ini tak perlu dipikir rumit, dan tidak perlu juga politisi PAN itu datang dan klarifikasi ke KPK, karena dia (AR) bukan kategori pelaku pidana, bahkan ia tak sedikitpun mengetahui asal usul dana tersebut, karena si pemberi dan si penerima saling memahami dana itu merupakan bantuan sukarela tanpa motif jahat sedikitpun.

“Sudah hal biasa tokoh-tokoh publik dibantu oleh para dermawan dalam banyak aktivitas sosialnya, tanpa curiga dan mengetahui asal-usul uang yang diberikan. Apalagi dalam posisi Pak AR dan Soetrisno Bachir (SB). Dimana SB adalah pengusaha sukses yang memang banyak membantu pak AR dalam kegiatan sosialnya,” ucapnya.

Baca Juga:  Mahasiswa Kecam Amien Rais Stop Jangan Memecah Belah Umat

Ia menambahkan kalau AR sejauh ini tidak sama sekali dikonstruksikan sebagaimana kategorisasi pelaku pidana yg disebut Pasal 55 dan 56 KUHP, yaitu Turut melakukan (medepleger), Membantu melakukan (medeplichtige), Membujuk melakukan (uitlokking). “Bahkan sepintas dari tuntutan JPU, Pak Amien tidak diuraikan sebagai pelaku, tegas sekali hal itu,” cetusny.

Konklusi menurutnya, sejauh ini yang dikatakan AR, bukan pelaku sebagaimana dimaksud Pasal 55 dan 56 KUHP. Namun sayangnya, politisasi dan pembusukan seolah AR melakukan korupsi, bahkan berusaha dikait-kaitkan dengan organisasi yang pernah dipimpinnya, yakni Muhammadiyah.

“Hal itu dilakukan oleh para Pembenci yang merasa terancam dengan sikap-sikap Kritis AR selama ini. Oleh sebab itu kami menghimbau untuk hentikan upaya tersebut, karena pernyataan Amien Rais tidak melakukan tindak pidana korupsi, apalagi ada kaitannya dengan Muhammadiyah,” tandasnya. (Yudi)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0