HomeSosmed

Ade Armando: Zakir Naik Islamkan Orang dengan Membayar 10 Juta

Ade Armando: Zakir Naik Islamkan Orang dengan Membayar 10 Juta

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Sebagai da’i yang ahli dalam perbandingan agama, Zakir Naik dikenal sebagai tokoh agama yang berani berdebat argumen tentang ajaran-ajaran agama (apa pun). Hal ini diketahui masyarakat secara internasional melalui videonya yang banyak diunggah di youtube.

Bahkan, keahliannya dalam berdakwah dibuktikan dengan kisaran ratusan orang yang telah ia masukkan ke dalam agama Islam.

Sama halnya saat berceramah di Bandung (02/04), setidaknya ada empat non-muslim yang masuk Islam. Dituntun langsung oleh Zakir Naik untuk menyebut kalimat syahadat, hal ini pun membawa haru para hadirin. Mereka adalah Danalia Permatasari (Budha), Novi (Katolik), Kevin (Katholik) dan Deni (Ateis).

Atas fenomena itu, muncul beberapa tudingan yang menyatakan bahwa convertnya para non muslim ke Islam tersebut adalah settingan atau sengaja dibuat-buat oleh pihak Zakir Naik dengan cara mereka dikasih uang sekitar Rp10 juta (50 Ribu Rupee) pada setiap orang yang masuk Islam saat mendengar ceramah Zakir Naik.

Ade Armando salah satunya. Bernama lengkap Dr. Ade Armando, MSc seorang jurnalis dan pengajar di Universitas Indonesia melalui akun facebook pribadinya, Ade memposting status yang menyatakan bahwa “ZAKIR NAIK DIDUGA MEMBAYAR RP10 JUTA SETIAP ORANG YANG BERSEDIA MASUK ISLAM”.

Ade juga menyertakan link berita India TV, berita tahun 2016, yang menyebut bahwa “ia dan lembaga nonprofitnya Islamic Research Foundation (IRF) dituding secara ilegal memualafkan sekitar 800 orang dengan memberikan uang dari dana luar negeri. Ade menuduh DR Zakir Naik membayar sekitar Rp 10 juta (50 ribu rupee) pada setiap orang yang masuk Islam saat mendengar ceramah Zakir.

Ade Armando juga menulis “ZAKIR NAIK MENYEBUT PENDUKUNG AHOK ‘MUNAFIK’, NGGAK APA-APALAH. WONG DIA JUGA BILANG ISLAM MENGIZINKAN PRIA MUSLIM BERHUBUNGAN SEKS DENGAN BUDAKNYA.

Tak sampai disitu, Ade Armando terus mengkritik Zakir Naik dengan menulis di Postingan terbarunya di Facebook “Waduuuuh. Baru tahu, Zakir Naik yang dipuja-puja itu pernah bilang: “Orang Islam yang merayakan maulid Nabi itu tempatnya di neraka…” Waduuuuh Hadoooooh Orang kayak gini kok road show di Indonesia ya?”. Tulis Ade dengan menyertkan link dari muslimmoderat.net yang menyebut kata Zakir Naik yang merayakan Maulid Nabi Masuk Neraka.

Postingan Ade itu mendapatkan berbagai tanggapan dari netizen dan mayoritas tidak setuju dengan postingan tersebut dan menuding ade melakukan fitnah.

Di antara mereka bahkan banyak yang membantah secara langsung. “Mendingan datang langsung ke roadshow-nya trus tanya langsung ma orangnya.. Pintar dikit napa om,” tulis Mamad Rohmad, seorang pengguna Facebook.

Selain itu, ada pengakuan langsung dari penulis buku Bulan Terbelah di Langit Amerika, Hanum Rais Salsabila, pada saat menyaksikan DZN di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (03/04/2017).

Melalui akun Instagram, @hanumrais menuliskan tentang pengalamannya ketika ikut ceramah DR. Zakir Naik.

“Sebenarnya pengen bilang ke beliau terimakasih telah menjadi jembatan Allah untuk saya agar selalu kuatkan hati itu saja. Tapi berhubung Sarahza (anak Hanum Rais, red) nggak bisa ditinggal lama-lama ya sudah pamit duluan deh,” kata Hanum.

“Oiya, banyak yang menuduh proses kemualafan dengan syahadah itu settingan. Dengan tegas saya kmrn menyaksikan, semua itu riil dan asli otentik,” tulisnya di akun Instagram.

Di Negaranya India Zakir Naik memang kerap diberitakan negatif oleh Media lokal India, diantaranya Zakir Naik dituding terlibat dengan ISIS. Padahal, Zakir telah berkali-kali menyatakan bahwa ISIS “tidak Islami”.

Tak lama, muncul pembelaan terhadap Zakir Naik di situs petisi online, Change.org. Petisi itu berjudul “Media India: Hentikan Kampanye Fitnah terhadap Zakir Naik”. Petisi tersebut telah ditandatangi seratus ribu orang lebih. Selanjutnya petisi tersebut akan dibawah ke dewan pers India agar sejumlah media di India berhenti menyebarkan kebencian dan fitnah terhadap Zakir Naik. (SD)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0