HomePolitik

Ahok Anggap Kritik Anies Soal Program Banjir Karena Kebutuhan Kampanye Saja

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok menganggap, kritik dari Anies Baswedan yang menilai bahwa program penanganan banjir yang dicanangkan Pemerintah Provinsi DKI gagal tidak lebih karena keperluan kampanye saja.

Menurut Ahok, bukti keberhasilan Pemprov DKI dalam menangani persoalan banjir adalah dengan menurunnya titik banjir setiap tahunnya. Dia mengklaim berkat normalisasi sungai selama masa pemerintahannya, titik banjir di Jakarta menyusut secara signifikan. Pada 2012 terdapat 2.200 lokasi banjir dan pada 2016 jumlahnya tinggal 80 lokasi.

“Matematika sederhana. Kalau untuk (hitungan) bencana dari dua ribu berkurang ke 80, itu berarti berhasil,” terang Ahok.

Ahok mengatakan, untuk bisa mengatasi banjir maka caranya adalah dengan melakukan normalisasi sungai, tidak ada cara yang lain, terlepas siapapun Gubernurnya.

Progran yang sudah berjalan sejauh ini, lanjut Ahok, merupakan hasil dari koordinasi dengan pelbagai pihak profesional seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BWSCC).

“Itu (kalau) normalisasi enggak bener, berarti seluruh orang-orang pintar di negeri ini salah semua? PU pusat, orang pinter-pinter merancang ini, salah semua?,” tukas Ahok.

“Kamu pilih banjir atau normalisasi. Jadi kalau dibilang satu pihak enggak mau banjir dan satu pihak enggak mau normalisasi, saya enggak tahu ilmu dari mana itu. Ini saya bicara depan PU pusat loh. Kalau ada teori lain, berarti PU pusat enggak bener teorinya? Itu namanya kebutuhan kampanye saja,” pungkas Ahok.

Sebelumnya, lawan politik Ahok dalam pilkada DKI Jakarta Anies Baswedan, Senin (20/2) mengunjungi lokasi banjir di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Anies menilai banjir yang terjadi saat ini akibat dari Program Pemprov DKI yang tidak berjalan. “Serapan itu penting, kalau rencana itu tidak terlaksana, konsekuensinya rencana normalisasi tidak jalan, kalau tidak jalan konsekuensinya program tidak berhasil, contohnya sekarang,” kata Anies. (ZA)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0