HomeSosial Budaya

Aksi 212 : Jika Tidak Didengarkan Maka Kita Revolusi

Aksi 212 : Jika Tidak Didengarkan Maka Kita Revolusi

 

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Sejak pukul 07.00 WIB (21/2) di tengah guyuran hujan lebat massa aksi 212 yang terdiri dari Forum Umat Islam (FUI) dan sejumlah mahasiswa mulai berkumpul di kawasan depan gedung DPR/MPR RI di Senayan, Jakarta.

Aksi ini tidak didukung oleh dua ormas terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah karena dinilai sarat dengan kepentingan politik tertentu. Bahkan ormas Front Pembela Islam (FPI) yang terlibat bersama dengan FUI dalam aksi-aksi sebelumnya juga menolak untuk ikut serta.

Dalam aksi 212 ini massa menuntut agar Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok dipenjarakan, karena calon Gubernur DKI 2017-2022 ini dinilai sudah menistakan agama Islam. Jika tuntutan mereka itu tidak dipenuhi mereka berencana untuk menumbangkan Presiden Jokowi dan melakukan revolusi.

“Kalau Ahok tidak ditahan juga, maka jangan kaget kalau Jokowi yang kita tumbangkan. Sudah tiga kali diingatkan dengan damai, jika tidak didengarkan maka kita revolusi,” kata orator aksi.

Bahkan demi mengawal tuntutannya, massa aksi menyatakan siap untuk menginap di Senayan. (ZA)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0