HomePolitik

Alumni 212 Bentuk Formatur Partai Syariah

Alumni 212 Bentuk Formatur Partai Syariah

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pasca deklarasi partai politik syariah 212, sejumlah alumni aksi 212 langsung membentuk formatur partai yang terdiri dari 18 orang untuk menyiapkan undangan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) partai 212 yang rencananya digelar dalam waktu dekat ini.

Hal tersebut diungkapkan ketua penggagas partai syariah Siti Asmah Ratu Agung di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta, Senin (17/7).

Dijelaskan Ratu, proses pembentukan partai syariah ini bisa berlangsung dengan cepat sebab dilandasi keikhlasan para penggagas, pendiri, dan pendukungnya.

Ia mengimbau pada umat Islam yang ikhlas ingin berjihad ekonomi dan jihad politik maka bergabunglah dengan Partai 212.

Baca Juga:  Ini Respon Ahok Soal Aksi 505 GNPF-MUI

“Yang KTPnya Islam, yang beragama Islam silakan,” kata Ratu.

Ia menjelaskan ideologi partai yang digagasnya ini adalah berlandaskan Islam dan syariah Islam. Termasuk pendanaan partai 212 pun dikatakan Ratu berasal dari umat Islam.

“Seperti hari ini coba perhatikan, siapa yang sewa gedung? Umat Islam,” tukasnya.

Perempuan yang biasa dipanggil Bunda Ratu ini percaya partai 212 akan mampu bersaing dengan partai politik lain yang sudah mapan. Dan ia menargetkan partai 212 akan ikut dalam pemilu 2019.

“Didaftarkan mudah-mudahan bulan Agustus sudah bisa,” paparnya.

Mengenai penggunaan nama 212, Ratu mengaku sudah berkonsultasi dengan Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir. Dikatakan Ratu, Bactiar Nasir tidak mempermasalahkan penggunaan simbol 212 selama tujuannya baik.

Baca Juga:  Risalah Sarang untuk Gerombolan Rizieq FPI & Wahabi

“Bunda, 212 itu milik umat. Silakan. Selama ia baik dan perbuatan baik, tujuan baik, silakan pakai itu 212,” kata Ratu menirukan ucapan Bachtiar Nasir.

Ia menegaskan, cita-cita partai yang digagasnya ini adalah ingin mewujudkan Indonesia bersyariah yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Masih menurut Ratu, pendirian partai berlangsung dengan cepat dan sudah memiliki kader di 34 Provinsi seluruh Indonesia. Dan juga sudah memiliki Kantor DPP di Mampang Prapatan 2 Nomor 32. (za)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0