HomeDaerahSulselrabar

Ampera Sulsel Desak Kepala Lapas Kelas IA Makassar Segera Dipecat, Ini Alasannya

Ampera Sulsel Desak Kepala Lapas Kelas IA Makassar Segera Dipecat, Ini Alasannya

MAKASSAR, SUARADEWAN.com — Organisai Sosial Kemasyarakatan yang tegabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) meminta kepada pihak yang berwenang untuk memecat Kepala Lapas Kelas IA Makassar yang dijabat Hernowo Sugiastanto

Ketua Umum AMPERA Sulsel Abdul Aziz Gaffar kepada media menyebutkan jika Kepala Lapas Kelas IA Makassar tidak tegas serta adanya dugaan pembiaran penyalahgunaan narkoba terhadap warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IA Makassar.

“Kami telah menemukan laporan dari warga. Dan datanya sudah kami kantongi. Dengan adanya indikasi tersebut, Kepala Lapas telah kehilangan fungsi kontrol dan pengawasan,” kata Abdul Aziz Gaffar di Jakarta, Sabtu (19/6/2021).

Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan audiensi dengan Komisi III DPR RI dan Kementerian Hukum dan HAM terkait dugaan pelanggaran tersebut.

Bahkan fungsionaris PB HMI ini mengancam akan melakukan aksi besar-besar dan meminta Kepala Lapas Kelas IA Makassar segera diberhentikan dari jabatannya.

Abdul menjelaskan, Kepala Lapas Kelas IA Makassar diduga telah melakukan pembiaran masuk keluarnya narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan kelas I Makassar, sebab sebelum penangkapan 6 orang pelaku pernah juga tertangkap tangan berinisial MG, di dalam lapas.

Baca Juga:  BNNP Kaltim Sita Sabu Senilai Rp 750 juta

“Yang dimana kita ketahui bahwa narkoba merupakan barang yang berbahaya yang peredarannya dilarang oleh hukum menurut UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkoba. Pemberantasa Narkoba dilakukan dengan penekanan dari pegawai disertai pengawasan yang berlapis kepada narapidana, yang dimana sebelumnya petugas harus dibina sebelum membina narapidana guna menanamkan integritas dan meminimalisir peredaran narkoba dalam Lapas,” katanya.

Mengacu pada undang-undang No 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan yang menjelaskan, bahwa sistem pemasyarakatan yang dilaksanakan di lapas merupakan rangkaian penegakan hukum di indonesia. Sebagai pelaksana UU pemasyarakatan kemudian dikeluarkan peraturan Menteri Hukum dan HAM No 6 Tahun 2013 tentang tata tertib lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara.

Menurutnya, kecendurungan banyaknya peredaran narkoba di Lapas baik secara kualitas ataupun kuantitas dipertanyakan karena faktor keamanan yang masih kurang dan lemahnya fungsi pengawasan dan evaluasi dari kalapas.

Baca Juga:  Puluhan Kilo Sabu Bernilai Puluhan Miliar Berhasil Diamankan Polisi

“Hal ini terjadi karena kurangnya integritas dari petugas pemasyarakatan itu sendiri sehingga begitu mudahnya bisnis narkoba di dalam lapas yang tentu saja dikendalikan oleh kekuatan tersembunyi yang berada di dalam bisnis haram ini,” jelasnya.

Berkaitan dengan itu, lanjut Abdul, jelas bahwa ini telah mencoreng nama baik institusi lembaga yang notabene sebagai lembaga penegak hukum. Apalagi terkait persoalan narkoba yang jelas menjadi prioritas negara dalam memberantas hal demikian.

“Kami berharap dengan hal demikian harus segera ditindak lanjuti bila perlu pecat oknun yang terlibat dalam melakukan pembiaran masuknya narkoba di lapas kelas I makassar itu,” pungkasnya. (red/ab)

Comment