HomeProfil

Andi Sose Hembuskan Nafas Terakhir, Berikut Sepak Terjangnya

Andi Sose Hembuskan Nafas Terakhir, Berikut Sepak Terjangnya

Sose kecil berasal dari sebuah desa bernama Sossok di kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, pusat keramaian dan menjadi jalan poros antara Tana Toraja dengan kabupaten dan kota-kota lain ke arah Makassar.

Dekat dari kampung halamannya, ada sebuah wilayah yang pernah jadi markas Kahar Muzakkar pada 1950-an bernama Baraka. Dan jarak yang tidak begitu jauh, juga terdapat Alla. Tempat tersebut pernah menjadi daerah perlawanan Pong Tiku melawan pemerintahan kolonial Belanda.

Banyak Massenrempulu (etnis-etnis yang bermukim di Enrekang). Para masyarakat didaerah ini banyak menganut agama islam.

Sose lahir pada 15 Maret 1930. Setelah belajar di Volkschool (sekolah rakyat yang cuma tiga tahun) di Anggeraja, Sose melanjutkan ke Schakelschool (sekolah rendah lanjutan) di Makale, Tana Toraja.

Sose terlahir dari seorang ayah Sose adalah Puang Liu dan ibunya adalah Andi Sabbe. Puang adalah gelar terhormat yang diberikan untuk kalangan bangsawan. Ayah Sose merupakan kepala masyarakat di daerahnya.

Terkait masa kecilnya, dalam autobiografi yang disusun Misbahudin Ahmad berjudul 70 Tahun Haji Andi Sose: Dari Revolusi ke Militer, Wiraswasta, dunia sosial sampai Reformasi (2000), Sose bercerita bahwa ia bergaul dengan anak dari semua kalangan dan “[…] hobi berjalan kaki ke tempat yang jauh, mendaki gunung, memanjat tebing, berenang.”

“Bila bertemu anjing, saya gemar mengusiknya supaya menggonggong, jika bertemu kambing, saya ganggu supaya mengembik,” aku Sose.

Hidup pada masa penjajahan, saat bersekolah tidak berjalan mulus. Saat ia duduk dibangku kelas 2 SD, para penjajah Jepang sudah datang.

Ia kemudian pindah ke Makassar. Sose sempat belajar sekolah menengah yang disebut Tokubetsu Chugakko. Kawan-kawan sekolahnya antara lain Maulwi Saelan dan Andi Galib.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0