DPR RI  

Anggaran Polri dan KPK Dibekukan, Rakyat Akan Mendatangi DPR

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Berawal dari polri yang enggan melakukan penjemputan paksa terhadap tersangka pemberi keterangan palsu, Miryam S Haryani, berakibat akan dihentikan anggaran Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun rencana yang disampaikan anggota Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK yang akan membekukan anggaran bagi Polri dan KPK mendapat kritik keras dari berbagai kalangan. Termasuk dari Politikus Gerindra, Martin Hutabarat yang menyinggung soal rendahnya simpati rakyat untuk lembaga DPR.

Sebaliknya kata dia, simpati rakyat untuk KPK dan Polri saat ini lebih tinggi. Maka dari itu dia khawatir, jika Pansus KPK benar-benar akan membekukan anggaran untuk Polri dan KPK, rakyat akan berbondong-bondong menduduki gedung DPR.

Baca Juga:  KPK Hebat! Dua Pekan Dua Menteri Dua Kada Ditangkap

“Sebenarnya kita harus sadar bahwa simpati rakyat terhadap DPR ini sangat rendah. Kalau DPR sampai membekukan anggaran Polri dan KPK, rakyat akan berbondong-bondong menduduki gedung DPR. Dan Polri yang biasanya bertugas mengamankannya, bisa-bisa tidak mau bertugas karena anggarannya dibekukan,” kata anggota Fraksi Gerindra, melalui keterangan tertulis, Rabu (21/6).

Ia menyatakan bahwa penolakannya atas wacana Pansus Angket DPR membekukan anggaran untuk KPK dan Polri. Dia akan bereaksi dengan mengumpulkan anggota DPR lainnya yang juga tak setuju atas pembekuan anggaran KPK dan Polri.

Baca Juga:  Gus Muhaimin Minta Pemerintah Libatkan Masyarakat Adat dalam Pembangunan Bangsa

“Kita akan bereaksi apabila teman-teman di Pansus berniat membekukan anggaran Polri dan KPK,” ujar Martin.

Sebab lanjutnya, lembaga DPR yang begitu terhormat harus diselamatkan. Membekukan anggaran Polri dan KPK, sedikit pun, tidak ada kepentingan rakyat di situ.

Seperti diketahui, soal wacana pembekuan anggaran KPK dan Polri pertama kali dilontarkan oleh politikus Partai Golkar yang juga anggota Pansus Angket, Misbakhun. Wacana ini adalah buntut pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menolak menghadirkan secara paksa Miryam S Haryani ke Pansus Angket KPK. (yp)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90