HomeParlementariaDPR RI

Anggota DPR Ini Minta Pemerintah Berdayakan Peretas Website Setkab

Anggota DPR Ini Minta Pemerintah Berdayakan Peretas Website SetkabWakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni (Fraksi Nasdem/ Dapil Jakarta)

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dan Polda Sumbar berhasil menangkap dua peretas (hacker) situs Sekretariat Kabinet (Setkab) RI yang sebelumnya sempat menampilkan layar hitam dengan foto demonstran membawa bendera Merah Putih pada halaman utama website. Hacker tersebut merupakan remaja asal Sumatera Barat berinisial BS alias ZYY (18) dan MLA (17).

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi kinerja cepat Polri yang bisa mengungkap aksi peretasan tersebut dalam waktu singkat. Namun, menurut politikus Partai Nasdem ini, kejadian ini tentu harus menjadi bahan masukan kepada pemerintah untuk meningkatkan sistem keamanan digitalnya.

Baca Juga:  Surabaya Black Hat Diduga Retas 3 Ribu Situs di 40 Negara

“Tidak sampai satu minggu dari aksi peretasan terjadi Polri sudah berhasil menangkap kedua pelaku. Hal ini tentu perlu kita berikan apresiasi kepada Bareskrim Polri karena sudah gerak cepat menemukan para pelaku peretas. Akan tetapi kejadian ini juga harus menjadi pelajaran agar pemerintah terus meningkatkan keamanan pada situs-situs resminya,” kata Sahroni dalam keterangannya, Senin (9/8/2021).

Selain itu, legislator Dapil DKI Jakarta ini juga mengapresiasi sikap dari tim penyidik siber Polri yang menerapkan prinsip penegakkan hukum Presisi dengan mempertimbangkan untuk tidak menahan para tersangka, karena salah satu alasannya masih di bawah umur.

Baca Juga:  BPNB Sumbar Gelar Rapat Persiapan Lomba Seni Sejarah untuk 3 Provinsi

“Ya memang perlu mereka diberi sanksi, tapi juga selanjutnya bisa diberikan pembinaan agar kemampuan mereka tidak terbuang sia-sia,” ujarnya.

Untuk itu, menurut Sahroni, mengingat usia para hacker yang masih remaja dan memiliki kemampuan dalam melakukan peretasan, sebaiknya mereka diberdayakandan disalurkan ke hal yang positif.

“Para hacker ini juga saya dengar masih sangat muda, usianya masih belasan. Jadi ya sangat bagus jika polisi tidak memenjarakan mereka, justru sebaiknya diajak kerjasama. Hingga kemampuan mereka dapat disalurkan kepada hal-hal yang lebih positif,” kata Sahroni. (sindo)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: