HomeParlementariaDPR RI

Anggota DPR Ini Nilai PPKM Darurat Belum Efektif Kendalikan Covid-19

Anggota DPR Ini Nilai PPKM Darurat Belum Efektif Kendalikan Covid-19

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh P Daulay menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali sejak 3 Juli 2021 belum efektif mengendalikan Covid-19. Penilaian ini berdasarkan hasil evaluasi terhadap sarana dan prasarana kesehatan.

Evaluasi pertama dilakukan terhadap fasilitas kesehatan atau rumah sakit rujukan Covid-19. Saleh menyebut, hingga saat ini, rumah sakit rujukan Covid-19 masih penuh. Bahkan, rumah sakit terpaksa membangun tenda di depan instalasi gawat darurat (IGD) untuk menampung pasien Covid-19.

Kedua, alat kesehatan tidak lengkap. Keterbatasan alat kesehatan ini membuat pasien Covid-19 tidak bisa mendapatkan perawatan maksimal di rumah sakit.

“Bayangkan misalnya ada rumah sakit yang sangat besar di Jakarta Selatan itu intensif care unit (ICU) hanya empat unit. Jadi sementara pasien yang ada di IGD saja sampai puluhan orang ngantre untuk masuk pada fasilitas itu,” katanya dalam diskusi Jalan Terjal PPKM Darurat, Sabtu (17/7).

Baca Juga:  DKI Jakarta Siap Berlakukan PPKM Darurat, Wagub: WFH 100%, Mall Ditutup

Ketiga, jumlah tenaga kesehatan terbatas. Di saat bersamaan, stok oksigen untuk pasien Covid-19 sangat terbatas. Keterbatasan stok oksigen ini terjadi di Pulau Jawa.

“Jadi apa yang saya sampaikan ini evaluasi apa yang saya lihat dan dari laporan yang saya terima dari masyarakat. Karena itu (PPKM Darurat) memang belum efektif, karena beberapa faktor tadi bukan hanya karena mungkin kesiapan aparaturnya saja, tapi kesiapan sarana dan prasarana juga,” jelasnya.

Sebelumnya, Koordinator PPKM Darurat Pulau Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan. pemerintah telah membuat skenario terburuk saat kasus Covid-19 menyentuh angka 40.000. Skenario tersebut di antaranya, menyediakan oksigen, obat hingga rumah sakit.

Baca Juga:  Jokowi Pertahankan PPKM, Epidemiolog: Indonesia Bukan Kejar Herd Immunity

Luhut juga mengatakan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin sudah menyiapkan ICU Rumah Sakit Darurat Asrama Haji. TNI dan Polri juga disebut telah membuka rumah sakit darurat di Jakarta dan Surabaya.

“Semua kekuatan kita kerahkan. Jadi jangan menganggap underestimate kalau Indonesia tidak bisa menghadapi masalah. Sampai hari ini yes, tapi kalau kasus ini lebih 40.000 sampai 50.000, kita akan membuat skenario,” tegasnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 16 Juli 2021, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 54.000 orang. Total kumulatif kasus yang disebabkan virus SARS-CoV-2 menembus 2.780.803 orang.

Dari total 2.780.803 kasus positif Covid-19, 71.397 orang di antaranya meninggal dunia, 2.204.491 sudah sembuh dan 504.915 masih menjalani perawatan. [mer/yan]

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: