HomeEkonomi

APBN Sebesar Rp2,095 Triliun Sudah Siap digunakan Pemerintah

APBN Sebesar Rp2,095 Triliun Sudah Siap digunakan Pemerintah

JAKARTA, suaradewan.com – Setelah melalui pembahasan paripurna yang panjang, akhirnya Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016 senilai Rp 2.095 triliun resmi telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodjonegoro, menjelaskan, persetujuan ini diperoleh setelah melalui berbagai lobi hingga rapat panjang.

Meski Badan Anggaran (Banggar) sudah sama-sama sepakat mengenai porsi struktur APBN 2016, pada Jum’at (30/10) dini hari. Namun, pembahasan itu kembali alot ketika rapat paripurna pengesahan UU APBN 2016 diskor tiga jam hingga pukul 15.30 WIB. Dalam pembacaan pandangan fraksi, terjadi dissenting opinion di mana sembilan fraksi menyetujui dengan catatan, sementara satu fraksi yakni Gerindra mempersoalkan PMN Rp 40,42 triliun kepada 26 BUMN di bawah kordinasi Kementerian Keuangan (Komisi XI) dan Kementerian BUMN (Komisi VI). Alhasil, pengesahan UU APBN 2016 pun melalui mekanisme voting.

Tapi Menkeu, Bambang Brodjonegoro tetap bersyukur karena tahun depan pemerintah tidak perlu menggunakan APBN lama, meskipun masih ada ganjalan seperti tidak disetujuinya anggaran Penyertaaan Modal Negara (PMN) Rp 40 triliun untuk 25 BUMN.

“Yang paling penting, kita bersyukur karena akhirnya untuk tahun 2016 kita punya APBN yang baru, tidak memakai APBN yang lama. Dan kita apresiasi semua masukan dari DPR, dari semua fraksi. Kami bersyukur pengesahan UU APBN ini didukung oleh semua fraksi,” kata Bambang usai upacara Hari Oeang Republik Indonesia di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Sabtu (31/10).

‎Seperti diketahui, rapat paripurna DPR akhirnya menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 yang menjadi Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2016, sehingga anggaran pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun depan Rp 2.095 triliun sudah sah berlaku.

Sekadar mengingatkan, RAPBN 2016 yang akan disahkan memiliki asumsi makro yakni pertumbuhan ekonomi 5,3%, inflasi 4,7%, kurs rupiah terhadap dolar AS Rp 13.900 per dolar AS, SPN tiga bulan 5,5%, ICP (Indonesia Crude Price) US$ 50‎/barel, lifting minyak 830.000 barel per hari, gas 1,15 juta barel setara minyak.

Kemudian target pembangunan: kemiskinan 9-10%, gini rasio 0,39, indeks pembangunan manusia 70,1, TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) diharapkan turun 5,2-5,5‎%.

Postur Anggaran terdiri atas defisit anggaran tetap 2,15% PDB atau Rp 273,178 triliun. Itu didapat dari pendapatan negeri dan hibah Rp 1.822,54 triliun dan belanja negara Rp 2.095,72 triliun.

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0