HomeHukum dan HAM

Aturan yang Melarang Menikah Sesama Teman Kantor Digugat ke MK

Aturan yang Melarang Menikah Sesama Teman Kantor Digugat ke MK

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Aturan yang melarang pernikahan sesama karyawan dalam satu perusahaan, digugat ke Mahkamah Konstitusi.

Mereka mempermasalahkan Pasal 153 Ayat 1 huruf f UU karena dianggap bertentang dengan UUD 1945 Pasal 27 Ayat 2, Pasal 28 Ayat 1, Pasal 28C Ayat 1, Pasal 28D Ayat 2.

Juru Bicara MK, Fajar Laksono menyebut, para permohonan meminta MK untuk menghapus frase ‘kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama,” dalam Pasal 153 Ayat 1 huruf f UU Ketegakerjaan.

“Pemohon ingin agar pengusaha dilarang mem-PHK karena pekerja atau buruh punya pertalian darah atau ikatan perkawinan dengan pekerja atau buruh lainnya dalam satu perusahaan,” terang Fajar, Selasa (16/5/17).

Pasal 153 Ayat 1 huruf F UU Keteganakerjaan memang menjadi aturan baku yang diberlakukan oleh perusahaan swasta. Dimana, melarang perkawinan sesama pekerja dalam suatu perusahaan yang sama. Jika pernikahan tetap dilakukan, maka salah satunya harus mengundurkan diri.

Kedelapan penggugat tersebut atas nama Jhoni, Edy Supriyanto Saputro, Airtas Asnawi, Syaiful, Amidi Susanto, Taufan, Muhammad Yunus, dan Yekti Kurniasih.

Jhoni yang menjadi perwakilan dari pemohon mengungkapkan bahwa urusan menikah asasi semua orang. “Jodoh dalam perkawinan tidak bisa ditentang disebabkan ikatan perkawinan antara seorang pria dan seorang wanita yang memiliki rasa saling mencintai sulit untuk ditolak,” ujarnya, Selasa (16/5/17). (dd)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: