Badai PHK 2022 Lebih Buruk dari Awal Pandemi

SUARADEWAN.com – Badai PHK terus menghantui industri dalam negeri sejak awal tahun 2022. Hingga sekarang ada 18 perusahaan yang mengurangi besar-besaran jumlah karyawannya. Sebagian besar perusahaan-perusahaan tersebut berbasis digital.

Directure Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan jika ancaman badai PHK tahun ini lebih buruk dari pada saat awal pandemi.

“Kalau pada saat pandemi yang PHK sektor tradisional, saat ini digital pun juga alami PHK massal. Kalau berlanjut maka akan ada 4juta lebih angkatan kerja baru yang harus bersaing dengan pengangguran korban PHK. Persaingan kerja semakin ketat, dan akibatnya masalah lain yakni tekanan ke pendapatan agregat masyarakat,” tuturnya dikutip dalam laporan tertulis tentang badai PHK.

Baca Juga:  Surat CEO GoTo untuk Melepas 1300 Karyawannya

Ia juga memaparkan bahwa dibutuhkan kebijakan dari pemerintah untuk memberikan relaksasi pajak, seperti penurunan tatif PPN, diskon tarif liatrik, perlindungan impor khususnya untuk konveksi, peningkatan bantuan subsidi upah, dan bantuan sosial tunai.

Baca Juga:  Akan Tutup 96 Cabang, BNI Pastikan Tidak Ada PHK

Berikut delapan belas perusahaan yang terkena badai PHK:

1. Shopee Indonesia

2. Tokocrypto

3. Indosat Ooredoo Huchinson

4. Binar Academy

5. Bananas Indonesia

6. Grabkitchen

7. JD.ID

8. Mamikos

9. Mobile Premiere League

10. Lummo

11. Tanihub

12. Linkaja

13. Pahamify

14. Zenius

15. Sicepat

16. The Goods Dept

17. GoTo

18. Ruangguru ***

Tinggalkan Balasan

banner 728x90