Bamus Tangsel : 9 Tahun Usianya, Keterbukaan Publik Di Tangsel Kosong

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Hari ini, usia Tangerang Selatan (Tangsel) memasuki usia yang ke 9 tahun. Dukungan dan ucapan selamat mengalir deras dari berbagai unsur masyarakat, Badan Musyawarah (Bamus) Tangsel salah satunya.

Saat dikonfirmasi, Ketua Bamus Tangsel Julham Firdaus menuturkan, sebagai warga dan ketua organisasi ia bersyukur karena Tangsel menjadi kota yang terus berproses dalam semua hal, khususnya dalam pembangunan, akan tetapi tidak dalam konteks kebijakan dan kekuasaan birokrasi di Tangsel.

“Kebijakan yang pro kepada masyarakat masih minim, masih tinggi kebijakan politik dan marjinal usaha lokal. Birokrasi di Tangsel sudah menjadi penguasa dalam semua hal, baik kebijakan terkait izin, pengrekrutan pejabat juga keterbukaan publik kosong,” katanya di Tangsel (26/11)

Baca Juga:  Pemdes Moonow Modayag Barat Mulai Salurkan BLT Tahap I TA 2021

“Pembangunan itu hanya dirasakan oleh kelompok tertentu, sementara yang tidak ikut arus penguasa itu dimasa bodoin” ujarnya.

Akan tetapi, dari segi pembangunan, perkembangan infastruktur serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menurutnya cukup baik. Terlebih para pengusaha, Organisasi Masyarakat (Ormas), aparatur pemerintah juga bahu membahu dalam membangun Tangsel agar lebih berkemajuan.

Baca Juga:  Refleksi 9 Tahun Tangsel, Wakil Ketua I DPRD: Masyarakat Tangsel Kurang Mengkritik Pemerintah

Oleh sebab itu, dengan adanya moment perayaan hari ulang tahun yang ke 9 tahun. Seluruh element masyarakat dapat merayakannya bersama-sama, khususnya para pendiri Kota Tangsel yang sudah banyak berjasa dalam berdirinya Kota Penyangga ini.

“Tangsel ada karna persetujuan semua kalangan waktu itu dan smua pengorbanan para pemangku kebijakan waktu itu masyarakat, organisasi lokal, para aktivis secara akademis maupun masyarakat. Jadi hargai semua itu, dengan menjaga marwah lokal,” pungkasnya. (fn)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90