HomeDaerahTangerang Raya

Bamus Tangsel Siap Kawal Aksi Bela Islam 505 Terkait Vonis Penistaan Agama Yang Dilakukan Ahok

Bamus Tangsel Siap Kawal Aksi Bela Islam 505 Terkait Vonis Penistaan Agama Yang Dilakukan Ahok

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Organisasi Masyarakat (Ormas) Badan Musyawarah Tangerang Selatan (Bamus Tangsel) kembali kawal aksi bela islam 505 di Jakarta. Pasalnya, keberangkatan mereka dalam rangka mengawal perkara dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), akan memasuki tahap vonis pada Selasa 9 Mei 2017 mendatang.

Kepada Suaradewan.com Ketua Bamus Tangsel Julham Firdaus mengatakan, hingga saat ini konsolidasi secara intens dilakukan ke semua elemen Ormas islam di wilayahnya. Diantaranya Front Pembela Islam (FPI), Remaja Masjid, Majelis Dzikir dan sejumlah Ormas Islam lainnya yang masuk dalam keanggotaan Bamus Tangsel.

Ketua Bamus Tangsel Julham Firdaus

“Secara keseluruhan, jumlah massa Bamus saat ini sekitar 12 ribu orang dari 54 Kelurahan yang ada di Tangsel. Mereka rata-rata pengurus di masjid dan musolla diberbagai kelurahan. Saya pribadi secara personal bukan kelembagaan, sudah mengintruksikan untuk kawal vonis pelaku penista agama,” kata Julham Firdaus, saat ditemui di Sekretariat Bamus Tangsel, Jalan H Jamat RT 03/RW 05 Nomer 26, Kampung Jati, Kelurahan Buaran Kecamatan Serpong, Tangsel, pada Rabu (03/5).

Baca Juga:  Yayasan Masjid Raya Al-Kautsar Berikan Santunan dan Pelatihan Kepada Anak Yatim Dhuafa

Dikatakan Bodag, demikian sapaan akrabnya, aksi 505 sendiri dilakukan bertujuan untuk mendesak Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, untuk menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Mengingat, sebelumnya Gubernur DKI Jakarta itu hanya dituntut 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

“Seharusnya Jaksa menggunakan pasal 156 A sebagaimana yang tertera dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Kepolisian. Sementera yang terjadi saat ini pihak kejaksaan menggunakan pasal 156 sehingga tuntutannya lebih ringan,” katanya.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangsel Abdul Rozak menerangkan, aksi yang akan dilakukan oleh umat islam, pada hari Jumat 5 Mei 2017 mendatang di Jakarta, merupakan gerakan moral untuk mendukung sepenuhnya hakim memutus perkara Ahok secara independen dan seadil-adilnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Skill Para Ahli IT Hotel, HITA ID Gelar Conference and Gathering

Ia juga mengatakan, kalau aksi itu adalah aksi secara moralitas individu, bukan kelembagaan. Sekalipun begitu, menurutnya MUI Tangsel tidak melarang umat Islam islam yg akan ikut ke dalam aksi 505

“Secara kelembagaan MUI Tangsel tidak melarang bagi umat islam yang akan ikut ke dalam aksi 505, dengan catatan aksi tersebut berjalan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku. Jadi aksi ini murni untuk mendukung indenpedensi Hakim dalam memutuskan kasus Ahok, agar diputuskan dengan seadil-adilnya tanpa ada intervensi dan tekanan politik. Apalagi ada ancaman-ancaman terhadap keselamatan Hakim,” terangnya. (fn)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: