HomeSosial Budaya

Bangsa dan Bahasa Indonesia Kehilangan JS Badudu

BANDUNG, SUARADEWAN.COM – Ahli Bahasa Indonesia, Prof. Dr H. Jusuf Sjarif Badudu yang lebih dikenal dengan nama Jus Badudu atau JS Badudu, wafat pada usia 89 tahun, Sabtu (12/3). JS Badudu tutup usia di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung pada pukul 22.10 WIB, Sabtu malam karena penyakit stroke yang dideritanya.

JS Badudu lahir di Gorontalo pada 19 Maret 1926. Sepanjang usia ia mengabdikan diri untuk Bahasa Indonesia melalui kegiatan belajar-mengajar dan tulis-menulis. Beliau dikenal masyarakat luas sejak ia tampil dalam acara Pembinaan Bahasa Indonesia yang ditayangkan di TVRI pada 1977-1979, dilanjutkan tahun 1985-1986. Pada saat itu TVRI adalah satu-satunya siaran televisi di Indonesia.

Sebagai pakar Bahasa Indonesia, JS Badudu menerbitkan banyak buku juga kamus yang menjadi pegangan para akademisi Indonesia. Beberapa karya besar di antaranya Kamus Umum Bahasa Indonesia (1994), revisi kamus Sutan Muhammad Zain, Kamus Kata-kata Serapan Asing, Inilah Bahasa Indonesia yang Benar (1993), dan lain-lain.

Jenazah Almarhum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Cikutra Kota Bandung, Minggu, setelah disalatkan di Masjid Al Jihad, Universitas Padjadjaran. Sebelumnya, dilakukan proses pelepasan jenazah. Penyerahan dilakukan oleh keluarga yang diwakili oleh anak keenamnya, Rizal Badudu kepada perwakilan TNI. Sekitar 100 orang ikut menyalatkan jenazah JS Badudu secara bergantian, di antaranya yakni Rektor Unpad Prof Tri Hanggono Achmad dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Presiden Joko Widodo melalui akun Twitternya menyatakan rasa belasungkawa. “Bangsa Indonesia kehilangan JS Badudu. Sepanjang hidupnya diabdikan untuk bahasa Indonesia. Pengabdiannya jadi teladan kita bersama -Jkw,” tulis Jokowi pada hari ini, Minggu (13/3). (zz)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0