HomeSkandalKontroversi

Banyak Aktivis Dahulu Seperti Singa, Setelah Jadi Politisi Yang Tersisa Hanyalah Mulutnya

Banyak Aktivis Dahulu Seperti Singa, Setelah Jadi Politisi Yang Tersisa Hanyalah Mulutnya

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Dalam kegiatan Kebangsaan PENA 98 yang mengangkat tema Refleksi Gerakan Mahasiswa 98 Melawan Kebangkitan Orde Baru” di Graha Cipta II, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin (15/5) malam.

Sejumlah aktivis dari Persatuan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) dalam isi kegiatan tersebut meminta agar kabinet yang ada di lingkaran Istana Negara untuk tidak berkhianat terhadap Presiden Joko Widodo. Pasalnya, PENA 98 menduga ada sejumlah elit dan menteri yang berpotensi inkonsistensi Presiden.

“Misal diantara ada yang mengkhianati (Jokowi), kita akan mancatat namanya dan jabatannya. Siapa pun itu tak pandang apapun,” tandas Sekjen PENA 98, Adian Napitupulu.

Menurutnya, ia mengklaim pihaknya telah mencatat sejumlah menteri yang berpotensi mengkhianati terhadap inkonsistensi kesepakatan presiden dan pemerintahan dalam kabinet kerja.

“Apabila Wakil Presiden jusuf kalla juga ingin coba coba (khianati Jokowi), kita akan mencatat namanya. Dan kami harap, kerakusan-kerakusan untuk berkuasa tidak mengorbankan rakyat kita,” tegas Adian.

Politikus PDIP ini pun menambahkan, jika ada orang atau kelompok yang pernah menjadi bagian dari Orde Baru ingin kembali berkuasa terhadap republik ini. Ia menyarankan, mereka untuk beristirahat dan menyerahkan kepada generasi yang lebih muda untuk memimpin republik ini.

“Berikan kita kepercayaan untuk memperbaiki bangsa yang kalian hancurkan selama 32 tahun. Kalian sudah menghancurkan bangsa ini 32 tahun dan kami tidak mau berjudi menyerahkan bangsa ini kepada kalian.

Tanggapan pun datang dari wakil sekjen DPP Golkar maman abdurahman, ia menduga bahwa adian sudah salah kaprah. Politisi PDIP pun itu memakai politik adu domba.

“Adian jangan jadi provokator,” tegas Maman dalam keterangan persnya. (Selasa, 16/5).

Maman pun mengatakan bahwa, miris terhadap adian yang seharusnya pikirkan lah dulu jasmaninya dan komunikasinya.

“Sudahlah Adian mendingan bangun tidur lalu gosok gigi sama mandi dulu sana, biar segar nggak ngantuk dan bau mulut, supaya tidak ngalur ngidul bicaranya,” sindirnya.

Dalam kegaduhan di tataran nasional. Tanggapan datang dari Hasyemi Faqihudin Ketua Koordinator DKI Jakarta Perhimpunan AKARATAPURA (Aceh Jakarta Jayapura). Ia menegaskan bahwa. Negeri ini sedang gaduh, maka dibutuhkan tokoh bangsa dan agama yang dapat menetralisir. Hasyemi meminta harap politikus karbitan jangan selalu membuat onar. Rabu, (17/5) kemarin.

“Tidak sedikit, dahulu ketika menjadi aktivis seperti singa, namun setelah menjadi politisi hanya tersisa mulutnya saja. Perhitungkanlah analysis sosial dan reaksi sosialnya.” tandasnya. (TW)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: