HomeDaerahPulau Jawa

Banyak Berkiprah di Bumi Rembang, Pemkab: Kami Ingin Jadikan Kartini Pahlawan Rembang

Banyak Berkiprah di Bumi Rembang, Pemkab: Kami Ingin Jadikan Kartini Pahlawan Rembang

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Raden Ayu Kartini—akrab pula disebut Raden Ajeng atau RA Kartini, merupakan sosok pahlawan perempuan yang menginspirasi di Indonesia. Meski lahir di Kabupaten Jepara, tapi kiprahnya dalam memberantas kedunguan di Indonesia lebih banyak tersalurkan di bumi Rembang, Jawa Tengah.

Berawal dari dirinya dipersunting oleh Bupati Rembang Raden Adipati Aryo Singgih Joyodiningrat pada tahun 1903, Kartini yang kala itu masih berusia 24 tahun, lebih banyak mengabdikan dirinya di Rembang karena ikut suami. Dan sampai hari ini, ia pun dikenal luas di kalangan masyarakat Rembang, terutama aktivis-aktivis perempuan Rembang secara khusus.

Di bumi Rembang ini pulalah Museum Kartini berdiri. Hampir seluruh curahan hatinya tersimpan di museum ini. Curahan-curahan hati itu sendiri berupa surat-suratnya tentang emansipasi perempuan, yang kebanyakan ditujukan kepada sahabatnya di negeri Belanda, JH Abendanon dan Rosita Manuela.

Baca Juga:  Peringati Hari Kartini, Puan Sampaikan Peran Penting Perempuan Tingkatkan Budaya Literasi

Lantaran banyaknya kiprah Kartini di bumi Rembang daripada di tanah kelahirannya sendiri di Jepara, Pemerintah Kabupaten Rembang kini berniat menjadikan Kartini sebagai Tokoh dan Pahlawan Rembang.

“Kami berkomunikasi dengan pihak keluarga meminta izin agar Rembang juga ingin memiliki sosok Kartini sebagai Tokoh atau Pahlawan Rembang,” ujar Bupati Rembang Abdul Azis di peringatan Hari Kartini, Kamis (20/4/2017).

Meski hanya sempat berkiprah selama setahun di bumi Rembang (Kartini meninggal di usia 25 tahun), tapi sumbangsih ide dan gagasannya tumbuh bak jamur sampai hari ini. Itulah mengapa pemerintah setempat ingin menjadikannya sebagai tokoh dan pahlawan dari dan oleh negerinya.

“Kami sadar Raden Ayu Kartini tidak terlalu lama ada di Rembang, hanya setahun, tapi jasad, orh, jiwa dan semangat beliau tertanam di Rembang,” lanjutnya.

Baca Juga:  Spirit Kartini 2018 : “Empowering Women to Fight Poverty with Technology”

Di Museum Kartini sendiri, selain berisi surat-surat yang berisi curahan hatinya tentang emansipasi perempuan, petilasan Kartini lainnya juga banyak, seperti meja dan kursi makan keluarga dan mesin jahit yang dipakai kartini.

Selain itu, ada pula foto-foto sahabatnya, Rosita Manuela Abendanon, yang dikenal berjasa menyimpan surat-surat Kartini ini. Sahabatnya ini sekaligus orang yang paling terinspirasi dengan pemikiran Kartini tentang emansipasi. (ms)

Comment