HomeDaerahSulutenggo

Bawaslu Sulut Ajak Masyarakat Lawan Hoax dan Tolak Politik Uang

Bawaslu Sulut Ajak Masyarakat Lawan Hoax dan Tolak Politik Uang

MANADO, SUARADEWAN.com — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi setiap tahapan pemilu dan mencegah tindakan pelanggaran Pemilu. Termasuk melawan hoax dan menolak politik uang.

“Marilah bersama Bawaslu kita awasi berbagai tahapan dan mencegah tindakan pelanggaran Pemilu,” kata Supriyadi Pangellu Anggota Bawaslu Sulut saat menjadi Narasumber pada Kegiatan Sosialisasi Perbawaslu nomor 4 tahun 2020 tentang pengawasan, penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota serentak lanjutan dalam kondisi bencana non alam Covid-19 di Yama Hotel Tondano (14/8).

Pangellu menegaskan bahwa kegiatan Sosialisasi kepada Elemen Masyarakat ini baik Ormas, Organisasi Kepemudaan, LSM, Mahasiswa dan Siswa adalah bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat secara umum soal Perbawaslu nomor 4 tahun 2020 ini.

Baca Juga:  Ingatkan Netralitas ASN dan TNI/Polri, Bawaslu Sulut: Yang Melanggar Akan Ditindak Tegas

“Dengan kegiatan Sosialisasi seperti ini kami berharap masyarakat juga bisa bersama Bawaslu Sulut mengawasi setiap tahapan yang berlangsung. Tentunya bisa mencegah terjadinya potensi pelanggaran Pemilu. Karena dengan memberikan informasi kepada jajaran Bawaslu sudah merupakan bagian dari membangun demokrasi bangsa,” kata dia.

Pengellu mencontohkan dalam masa-masa akhir pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Pemuktahiran Data Pemilih. Masyarakat memiliki kesempatan memberikan informasi atau melaporkan jika ada hal janggal ketika proses itu sementara berlangsung.

“Bawaslu Sulut tidak akan pernah menutup mata dengan berbagai pelanggaran yang menjadi temuan di lapangan maupun berdasar laporan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Akademisi Hukum Tata Negara Universitas Trisakti Radian Syam yang juga menjadi Narasumber pada kegiatan tersebut menyampaikan jika praktek Money Politic atau Politik Uang dalam Pemilu adalah sesuatu yang sangat jahat. Bahkan lebih jahat dari Covid-19.

Baca Juga:  Bawaslu Sulut Launching Media Center, Call Center dan SMS Gate Way Pilkada 2020

Menurutnya tindakan politik uang bisa merusak segalanya, terlebih proses demokrasi bangsa. Oleh karena itu dirinya mengajak untuk jangan membiarkan praktek Politik Uang terjadi, apalagi hal itu jelas pelanggaran pidana Pemilu.

“Jika saudara-saudara menemukan adanya praktek itu, segera laporkan ke Bawaslu,” ajaknya.

Selain itu dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat Sulut di Tondano untuk juga melawan dan tak menyebarkan hoax dalam Pilkada serentak ini. Karena menurutnya hoax akan merusak tatanan bangsa yang selama ini terjaga baik.

“Mari jaga keutuhan NKRI dengan melawan hoax,” jelasnya. (red)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: