HomeNasionalPolitik

BEM UI Sebut Jokowi ‘King Of Lip Service’, Ade Armando: Kalau Mengkritik Harus Kuat Datanya

BEM UI Sebut Jokowi ‘King Of Lip Service’, Ade Armando: Kalau Mengkritik Harus Kuat Datanya

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Apakah mahasiswa berhak menghina presiden dengan meme atau cuitan BEM UI itu, “saya katakan boleh karena itu adalah kebebsan berespresi. Tapi jangan salah dalam hal ini. Kalau mau mengkritik maka harsus siap dikritik, itulah kebebasan berekspresi,”

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Ade Armando, M.Sc dalam kegiatan webinar yang diselenggarakan Pengurus Besar Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pealajar Indonesia Sulawesi Selatan (PB IKAMI Sul-SEL) bertajuk “Menguji Cuitan BEM UI; Dalam Sorotan Akademik dan Basis Data,” yang berlangsung secara daring Zoom Meeting, Jakarta (24/07)

Pernyataan tersebut merupakan respon terhadap cuitan Ketua BEM UI, Leon Alvinda yang menyebut Presiden Jokowi sebagai The King Of Lip Service, dan viral dimedia sosial.

Baca Juga:  Apresiasi Aksi "Kartu Kuning" BEM UI, Ketua Umum IMM Kota Depok: Aksi Zaadit Bukti BEM UI Masih Tetap Bersama Rakyat

Ade Armando yang juga merupakan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia itu mengatakan bahwa mahasiswa boleh saja mengkritik atau menghina Presiden karena itu merupakan bentuk kebebasan bereskpresi dan hal tersebut merupakan praktek negara demokrasi seperti Indonesia. Hanya saja, menurutnya mengkritik maka harus siap dikritik.

Ade Armando, mengaku heran karena banyak orang yang marah karena mengkritik BEM UI padahal menurutnya dirinya mengkritik cuitannya yang viral dimedia sosial bukan orangnya.

“Perlu saya perjelas juga bahwa saya hanya mengkritik cuitan BEM UI bukan orangnya, lalu banyak orang yang marah karena saya mengkrtitik itu wajar juga karena itulah kebebasan berekspresi. Apalagi saya sebagai orang yang mendukung jokowi,” ucapnya, Jakarta (24/07)

Baca Juga:  HMI MPO Dukung Sikap Kritis BEM UI Kepada Pemerintah

Lanjut, Ade Armando mengatakan bahwa dirinya mengkritik cuitan ketua BEM UI tersebut karena dinilai bukan hasil diskusi, atau observasi berdasarkan fakta.

“Karena itu argumen itu saya katakan argumen bermasalah. Harusnya jika ada yang mengatakan Jokowi pembohong buktikan dong bohongnya dimana, buktikan dengan fakta,” tegasnya.

Ade Armando berharap agar publik tidak menganggapnya berseberangan dengan Leon Alfinda, ketua BEM UI. Sebab Ia mengaku telah bersama-sama dengan ketua BEM UI tersebut bahkan ia mengatakan dirinya dan Leon Alfinda mengkritik Rektor UI karena telah rangkap jabatan.

“Terakhir saya katakan cuitan ini bermasalah karna buruk datanya. Kalau kemudian mahasiswa berani mengkritik presiden maka harus berdasarkan data, harus kuat datanya.’’ tutupnya. (AW)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: