HomeSosial Budaya

Ber-Islam ala Jokowi

Ber-Islam ala Jokowi

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Sejak mencalonkan diri menjadi presiden, Joko Widodo atau Jokowi terus-menerus dihantam kampanye hitam, seperti dituduh orang yang anti islam. Namun tuduhan-tuduhan tersebut dianggapnya sebagai upaya untuk memojokkan dirinya.

“Semua orang boleh ragu dengan agamaku tapi saya tidak ragu dengan iman dan imamku dan saya tidak pernah ragu dengan Islam agamaku,”

Demikian petikan pernyataan yang dilontarkan Joko Widodo atau Jokowi beberapa waktu lalu. Pernyataan orang nomor satu di Indonesia ini untuk menegaskan bahwa dirinya bukanlah pemimpin yang mengambil jarak dengan islam ataupun umat islam.

Bagi Jokowi islam adalah agama yang membawa keberkahan untuk semua umat manusia di muka bumi, bukan yang ingin menebar teror dan kebencian.

Baca Juga:  Wisata Politik Raja Salman dan Masa Depan Indonesia-Arab Saudi

Berikut pernyataan lengkap Jokowi tentang islam.

Semua orang boleh ragu dengan agamaku tapi saya tidak ragu dengan iman dan imamku dan saya tidak pernah ragu dengan Islam agamaku.

Saya bukan bagian dari kelompok yang mengaku Islam yang punya tujuan mewujudkan negara Islam. Saya bukan bagian dari yang mengaku Islam tapi suka menebar teror dan kebencian.

Saya bukan bagian dari kelompok Islam yang sesuka hatinya mengkafirkan saudaranya sendiri. Saya bukan bagian dari segelintir Islam yang menutupi perampokan hartanya, menutupi pedang berlumuran darah dengan gamis dan sorban. Saya bukan bagian dari Islam yang membawa ayat-ayat Tuhan untuk menipu rakyat.

Saya bukan bagian dari Islam yang membawa azas partainya untuk korupsi dan hidup bermewah-mewah. Saya bukan bagian dari Islam yang menciptakan perang bagi sesama Islam. Saya bukan bagian dari Islam yang menindas agama lain. Saya bukan bagian dari Islam yang arogan dan menghunus pedang ditangan dan dimulut.

 Saya bukan bagian dari Islam yang suka menjejerkan fustun-fustunnya. Saya Jokowi bagian dari Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Islam yang hidup berketurunan dan berkarya di Negara RI yang memegang teguh UUD 45. Bhinneka Tunggal Ika adalah rahmat dari Tuhan.

Joko Widodo 24 Mei 2014

(dd)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: