HomePolitik

Berawal dari WhatsApp, Berlanjut ke Deklarasi Partai 212 untuk Kemandirian Politik Ummat

Berawal dari WhatsApp, Berlanjut ke Deklarasi Partai 212 untuk Kemandirian Politik Ummat

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Untuk membangun kemandirian politik ummat Islam, sejumlah tokoh yang tergabung dalam alumni aksi 212 menginisiasi pembentukan partai politik baru di Indonesia yang bernuansa Islam, yakni partai syariah 212.

Deklarasi pembentukan partai syariah 212 itu digelar di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/7).

Calon partai politik ini diinisiasi oleh 7 orang, antara lain Siti Asmah Ratu Agung sebagai ketua penggagas, dan Ma’ruf Alimuddin, Sidik, Agung, Hariyadi dan orang lain sebagai anggota.

Menurut salah satu penggagas yang juga berperan sebagai ketua panitia deklarasi partai, Ma’ruf Alimuddin, tujuan partai ini dibentuk karena ummat Islam sudah merasa resah dengan kondisi politik Indonesia saat ini.

“Terus terang kita sebagai Ummat miris dengan korupsi di negeri ini. Untuk menyatukan agar kawan-kawan bisa berkontribusi maka dibentuklah partai ini,” kata Ma’ruf.

Ma’ruf mengimbau, bagi politisi Islam yang sudah merasa tidak cocok dengan partai tempat dirinya bergabung sekarang, maka ia bisa bergabung dengan partai syariah.

Selain itu pihaknya juga berharap deklarasi partai syariah 212 ini bisa menjadi pendorong umat Islam untuk mendirikan partai syariah yang lain. Jika satu periode kedepan ummat bisa membentuk 5 partai syariah lain, maka partai-partai itu nanti bisa bergabung untuk dipimpin oleh satu pemimpin.

“Mudah-mudahan partai yang kita bangun ini bisa menjadi contoh. 5 partai islam yang didirikan sampai 2020 nanti. Satu Periode yang akan datang melebur untuk dipimpin oleh satu pemimpin,” tukasnya.

Adapun mengenai operasional partai, Ma’ruf mengaku pendanaanya berasal dari kantong pribadi dan usaha mandiri ummat. Ia mencontohkan dalam acara deklarasi ini saja biaya yang dibutuhkan semuanya ditanggung oleh kantong pribadi ummat.

“Hari ini untuk pembelian aqua, spanduk dan lain sebagainya itu adalah dari kantong kita masing-masing. Tidak ada donatur sama sekali. Karena kita ingin bergerak sebagaimana nuansa yang sudah hidup dalam 212 yakni kemandirian,” tandasnya.

Ditambahkan Ma’ruf, pihaknya mendorong semua elemen dan anggota partai 212 untuk memberikan kontribusi bersama-sama karena partai ini adalah milik mereka.

“Jika mereka bisa menyumbang 100 sampai 500 perak dan mempunyai kemandirian itu akan menjadi hal yang sangat fantastis,” katanya.

Menurutnya, dengan kontribusi seperti itu maka partai akan terhindar dari perilaku korupsi sebagaimana yang sudah dialami oleh sejumlah partai Islam yang lain. (za)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: