HomeDaerahJabodetabek

Beri Izin Pendirian Gereja Santa Clara, Pendemo Sebut Pepen Mirip Komunis

Beri Izin Pendirian Gereja Santa Clara, Pendemo Sebut Pepen Mirip Komunis

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pemberian izin pembangunan Gereja Santa Clara di Bekasi Utara kembali menuai penolakan oleh ratusan masyarakat.

Mereka, yang tergabung dalam massa aksi Majelis Silaturahmi Umat Islam (MSUI), melakukan unjuk rasa dengan pakaian serba putih untuk menuntut Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi karena dinilai telah menghianati umat Islam di wilayahnya.

Selain itu, Pepen (sapaan akrab Rahmat Effendi), juga dianggap telah mengkhianati perjuangan para ulama besar Bekasi.

“Pepen sudah berkhianat kepada umat Islam, ia juga berkhianat kepada pejuang kita KH Noer Ali,” kata sang orator dalam aksi unjuk rasa, Jumat (24/32017).

Dengan pengeras suara (megaphone), sang orator juga menyuarakan tindakan Pepen tersebut mirip komunis. Untuk itulah, di momentum pemilihan Wali Kota yang akan digelar tahun depan, sang orator mengajak masyarakat untuk tidak memilih politikus Golkar ini untuk kedua kalinya.

“Pepen saat ini sudah mirip PKI. Dia sudah tidak pantas lagi memimpin Kota Bekasi saat ini. Dan apabila dia mencalonkan kembali sebagai kepala daerah, kita harus kompak agar menyerukan menolak Pepen sebagai Wali Kota Bekasi berikutnya,” lantang orator.

Menanggapi hal tersebut, Pepen mengakui menerima atas penolakan pembangunan Gereja tersebut. Tetapi untuk mencabut surat izin tersebut, menurutnya, hanya dapat dilakukan melalui keputusan pengadilan.

“Kita terbuka bagi siapa saja yang menolak untuk menempuh jalur hukum,” kata sang Wali Kota.

Dia juga mengatakan, pembangunan Gereja Santa Clara di Kecamatan Bekasi Utara tersebut sudah melalui persiapan yang matang, terutama dalam hal pemenuhan mekanisme yang sudah ditentukan.

Lagi pula, mengingat jumlah masyarakat Kota Bekasi dengan 2,6 juta jiwa yang heterogen, diisi beragam suku, ras dan Agama. Oleh karena itu, kebhinekaan menjadi hal yang mutlak di Kota Bekasi. (ms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: