Beri Sinyal Dukungan pada Prabowo, Mega Tetap akan Majukan Puan

SUARADEWAN.com – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan (BG) memberikan sinyal dukungan kepada Prabowo Subianto. Hal itu dianggap sebagai upaya PDI Perjuangan bermain dua kaki. Sebab, Megawati juga dinilai akan tetap mengusung Puan Maharani sebagai calon presiden 2024.

Sebelumnya dikabarkan bahwa BG adalah sosok yang digadang-gadang akan menggantikan posisi Megawati untuk menahkodai PDI Perjuangan.

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi mengatakan, pernyataan BG di hadapan Presiden Joko Widodo soal Prabowo dianggap sebagai upaya menyampaikan pesan dari Megawati.

“BG mengamini sinyal ke Prabowo. Bisa jadi itu sudah disetujui Megawati,” kata Muslim. Dikutip dari RMOL.ID, Jumat, (2/12).

Menurutnya, kalau Megawati mengiyakan, bisa jadi Ganjar Pranowo juga disetujui untuk berpasangan dengan Prabowo Subianto.

“Tapi Gerindra sendiri kan tidak mungkin. Lalu partai mana yang akan dilobi untuk penuhi kuota pasangan Prabowo-Ganjar? Sedangkan koalisi Gerindra-PKB (KIR) masih penjajakan. Karena belakangan PKB cenderung ke Anies. Dan apa yang diaminkan sinyal Jokowi ke Prabowo juga akan kesulitan mencari pasangan,” ujar Muslim.

Lebih lanjut Muslim mempertanyakan kelanjutan Puan Maharani yang juga sudah dipromosikan untuk maju di pilpres mendatang seandainya Megawati mendukung Prabowo untuk maju pada Pilpres 2024 nanti.

Apakah PDIP akan tetap usung Puan? Dengan partai yang mau melengkapi kekurangan kuota? Lalu dengan demikian Megawati dan PDIP akan bermain di dua kaki?” tanya dia.

Sekalipun Megawati nantinya merestui Prabowo untuk maju, menurut Muslim, Puan tetap akan dimajukan sebagai lawannya dengan bermain dua kaki.

“Kalaupun Mega akhirnya setuju Prabowo, tapi tidak akan lepaskan Puan. Sehingga PDIP tetap punya capres, Prabowo dan Gerindra pasti punya capres. Mega dan Jokowi tetap, Puan, Ganjar, dan Prabowo,” jelas Muslim.

Jika demikian akhirnya, ujar Muslim, maka akan terbentuk dua pasang capres yang diendorse oleh Megawati dan Jokowi. Dan hal itu bisa membuat publik beropini bahwa capres yang dibentuk itu untuk menyaingi Anies Baswedan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90