Bersaksi di Persidangan, Gamawan Pernah Menerima Uang Honor

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, memberikan kesaksiannya terkait kasus e-KTP. Gamawan menjadi saksi untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong,  di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/10/2017).

Gamawan mengaku bahwa dirinya tidak pernah menerima suap dari siapapun. Menurutnya, dirinya merasa risih ketika ditanya orang mengenai dugaan penerimaan uang dalam kasus korupsi proyek e-KTP.  Itulah sebabnya, dia menyampaikan bahwa apapun yang terkait dengan penerimaan uang atau kuitansi resmi dari Kemendagri selalu ia kantongi.

“Saya sangat malu, seolah saya terima dari Andi Rp 50 juta. Saya pulang kampung, saya ditanya, apa benar terima dari Andi? Padahal, saya terima honor dari mana-mana dan itu resmi,” kata Gamawan kepada majelis hakim.

Baca Juga:  5 Pasangan Artis yang Terjerat Kasus Korupsi

Sebelumnya, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Suciati, bersaksi dalam persidangan sebelumnya. Ia mengatakan Gamawan pernah menerima honor dari uang yang berasal dari Andi Naragong.

Baca juga:

Suciati mengaku pernah diberikan uang 73.700 dollar Amerika Serikat oleh Dirjen Dukcapil, Irman. Selain itu, ia pernah diberikan Rp 495 juta oleh mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek e-KTP, Sugiharto. Menurut Suciati, Irman memerintahkan agar uang tersebut digunakan untuk kegiatan supervisi proyek e-KTP. Misalnya, untuk membiayai kunjungan kerja atau honor.

Baca Juga:  Berikut 12 Kata Sandi Para Pelaku Korupsi

Namun Gamawan menerangkan bahwa uang tersebut adalah pembayaran honor menjadi narasumber, ia tak tahu soal sumber uang tersebut berasal dari Andi Naragong.

“Honor itu dipotong pajak dan ada tanda tangan saya. Saya juga dikasih honor waktu jadi pembicara di KPK, tapi saya tidak tanya dari mana uangnya. Saya malu, terpaksa ke mana-mana saya bawa bukti ini,” kata Gamawan. (AM)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90