HomeDaerahJabodetabek

Bersama Tomas dan Toga, Kepala Desa Sukajaya Sampaikan Sikap Menolak Intoleransi

Bersama Tomas dan Toga, Kepala Desa Sukajaya Sampaikan Sikap Menolak Intoleransi

BOGOR, SUARADEWAN.com – Menyikapi situasi dan kondisi bangsa yang sedang dilanda banyak ujaran kebencian, berita bohong, beserta intoleransi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa.

Kepala Desa, Tokoh Masyarakat (Tomas) beserta Tokoh Agama (Toga) Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor menyampaikan pernyataan sikap secara terbuka ke publik.

Menurut mereka upaya-upaya untuk merongrong kehidupan berbangsa dan bernegara ini harus disikapi dengan bijak agar bangsa ini terhindar dari perpecahan bangsa. Tak hanya itu, mereka juga sangat mengapresiasi kinerja TNI dan Polri yang telah bekerja menjaga Kamtibmas.

“Kami warga Desa Sukajaya Kecamatan Tamansari Kab. Bogor bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat, menyikapi situasi dan kondisi yang saat ini terjadi di Negara Indonesia tercinta,” ucap Kepala Desa Sukajaya dalam pernyataan pembukaannya yang dibacakan serentak, di Kec. Tamansari, Kab.Bogor, Sabtu (27/12).

Adapun point-point pernyataan sikap tersebut sebagai berikut: “Pertama, menolak segala bentuk paham-paham yang berseberangan dengan ideologi negara, intoleran, ujaran kebencian serta penyebaran beritan bohong (hoax), karena dapat memecah belah persataun dan kesatuan sesama anak bangsa,”

Baca Juga:  Buya Syafii Sebut Sikap Pragmatis Politisi Jadi Ancaman Menguatnya Intoleransi

Adapun point kedua, “Mendukung aparat TNI dan Polri dalam menjaga Kamtibmas di Negara ini dari kelompok-kelompok yang ingin merongrong NKRI,”

Selain itu, Kepala Desa Sukajaya ini juga meminta Polri untuk bisa bertindak tegas kepada kelompok-kelompok radikal atau mereka yang sering melakukan kekerasan dan pelanggaran hukum.

“Ketiga, meminta Polri bertindak tegas dan jangan ragu terhadap siapapun yang melakukan aksi kekerasan atau melanggar hukum,” ucap Kepala Desa Sukajaya yang disambut juga oleh masyarakat dan jajaran Aparat Desa.

Pada point keempat, mereka sekaligus menghimbau dan mengajak masyarakat agar bersatu dan bergandengantangan dalam menjaga NKRI, menciptakan situasi Kamtibmas, serta selalu jauh dari upaya memecah belah bangsa.

Baca Juga:  Indeks Kerukunan Umat Beragama Menurun, Kemenag: Kita Tetap Rukun

“Ke Empat Kami menghimbau mari semua bersatu dan berdiri melindungi bangsa kita, ciptakan Kamtibmas, jauhkan dari sikap memecah pesatuan bangsa Indonesia,” ucap mereka.

Senada dengan pernyataan diatas, suara damai juga keluar dari seorang tokoh Agama Sukajaya, KH. Fatih.

Dalam kesempatan itu, Kiai yang terkenal dengan karimatiknya tersebut juga memberi dukungan kepada TNI dan Polri agar kembali bertindak tegas kepada pelaku-pelaku yang ingin memecahbelah bangsa serta senantiasa menyampaikan ujaran kebencian di hadapan publik.

“Meminta Polri bertindak tegas dan jangan ragu terhadap siapapun yang melakukan aksi kekerasan atau melanggar hukum,” tegas KH. Fatih dalam conference press yang disampaikan ke media, Sabtu (26/12).

Menutupi pernyataan sikapnya, statement Kiai yang sangat energi memberi salam kebangsaan. “NKRI harga mati. Salam kebangsaan,” tutup KH. Fatih. (aw)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: