Biodiesel: Bisa Jadi Solusi, Bisa Jadi Bom Waktu Emisi

Biodiesel sawit atau CPO dapat digunakan sebagai energi terbarukan. (Foto: news.majalahhortus.com)

SUARADEWAN.com – Biodiesel menjadi salah satu opsi jalur cepat penurunan emisi karbon dalam transisi energi yang dijalankan oleh pemerintah Indonesia.

Namun, ternyata terdapat halangan besar dalam penyediaan biodiesel yang berasal dari kelapa sawit.

Jumlah produksi biodiesel yang tak pernah memenuhi target kini juga terancam pasokannya karena kebun sawit secara luas sedang membutuhkan peremajaan.

Diketahui, biodiesel di Indonesia memang terutama berasal dari sawit.

Dono Boestami, mantan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDKS), mengatakan ada tantangan besar dalam logistik dan infrastruktur perkebunan kelapa sawit.

Selain itu, ada keterbatasan fasilitas penyaluran biodiesel karena kapal pengangkut yang memenuhi spesifikasi hanya sedikit.

Sebagai akibatnya, biaya distribusi biodiesel menjadi lebih tinggi dari pada biaya distribusi BBM.

Dan lagi, program produksi biodiesel masih bergantung pada mekanisme insentif dari biaya pengeluaran CPO dan turunannya.

Untuk diketahui, bila nilai ekspor biodiesel lebih rendah dari solar, maka insentif yang seharusnya dibayarkan ke pemerintah bisa terpangkas habis.

Mengenai polusi, para ahli lingkungan seharusnya mengkaji ulang.

Pasalnya, Fariz Panghegar, Manajer Riset Traction Energi Asia, mengatakan bahwa biodiesel yang berasal dari CPO atau kelapa sawit mempunyai emisi yang cukup besar bila diperhitungkan sejak penanaman, pemupukan, penggunaan BBM untuk distribusi, dan dari penggunaan listrik.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90