Biomassa HTE: Solusi Palsu Energi Terbarukan Habiskan Hutan

Biomassa adalah kunci transisi energi menuju NZE. Tetapi apakah benar biomassa adalah solusi sebenarnya? TA mengungkap deforestasi skala masif akan terjadi dan berbahaya bagi lingkungan. (Foto: rimbawan.com)

SUARADEWAN.com – Manajer Program Trend Asia (TA), Amalya Reza Oktaviani, mengungkapkan bahwa terdapat sinyal bahaya dari laku deforestasi hutan di Indonesia demi biomassa yang akan terjadi pada masa yang tak jauh lagi.

Deforestasi hutan tersebut tercantum dalam program pemerintah untuk menyediakan biomassa sebagai bahan bakar operasional PLTU menggantikan batu bara.

Trend Asia adalah organisasi nirlaba yang mempunyai fokus untuk mendorong terciptanya energi terbarukan bersih dan berkelanjutan di Asia Tenggara.

Dalam sebuah penelitian, Trend Asia (TA) mengemukakan bahwa jumlah bahan bakar yang diperlukan untuk menjalankan PLTU dapat mendorong deforestasi pada Hutan Tanaman Energi seluas 2 juta hektare. Luas tersebut sama dengan 35 kali luas DKI Jakarta.

Total keperluan bahan bakar biomassa yang berasal dari HTE untuk menjalankan PLTU mencapai 10,2 juta ton/tahun.

Padahal, dalam catatan TA dan Forest Watch Indonesia (FWI), pembukaan hutan skala masif seperti yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan biomassa PLTU, biasanya bermasalah dan tidak transparan.

Salah satu permasalahan yang timbul dalam pembukaan lahan skala masif adalah korban dari kelompok adat dan kaum marginal. Korban tersebut dikarenakan adanya perampasan lahan atau represi lainnya dari perusahaan yang berusaha merebut lahan demi keuntungannya sendiri.

Ditambah lagi, dalam pembukaan lahan demi penyediaan biomassa bahan bakar PLTU, kombinasi bahan bakar biomassa yang dipadukan dengan batu bara dinilai hanya akan memperpanjang umur pemakaian energi fosil. Deforestasi sendiri selalu menghasilkan emisi karbon, baik dalam penebangan pohon, pengolaha, hingga pengiriman pellet kayu.

Bahkan Amalya Reza oktaviani mengatakan dengan tegas bahwa alternatif seperti demikian merupakan solusi palsu.

“Jadi co-firing PLTU dengan biomassa ini merupakan solusi palsu!” tutur Amalya gusar dalam pertemuan AJI dengan TA pada Sabtu-Minggu, tanggal 10-11 Januari 2023 di Jakarta. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90