Blok Rokan Jadi Percontohan Kinerja Pertamina di Lain Tambang

Presiden Jokowi himbau Blok Rokan tingkatkan produksi hingga 400 ribu barel per hari. (Foto: setkab.go.id)

SUARADEWAN.com – Dalam rangkaian terakhir kunjungan kerja di Riau, pada 5 Januari 2023 Preseiden Jokowi mengunjungi PT Pertamina Hulu Rokan di Dumai.

PT Pertamina Hulu Rokan awalnya dikelola oleh PT Chevron Pasific Indonesia dengan sistem bagi hasil 50% untuk negara. Namun setelah perjanjian tersebut selesai di tahun 2021,  Presiden Jokowi memerintahkan mengambil alih keseluruhannya melalu PT Pertamina.

Presiden Joko Widodo dalam kunjungan tersebut menekankan pentingnya digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas Blok Rokan.

“Yang pertama, teknologi harus digunakan, digitalisasi harus juga digunakan untuk memonitor. Dan di sini saya lihat tadi sudah mulai pergerakan setiap alat-alat berat, alat-alat pengeboran yang ada sudah dimonitor dengan monitor digital, ini yang baik,” tutur Presiden setelah mengamati operasional Blok Rokan.

Sejak dikelola oleh Pertamina, produktivitas Blok Rokan naik dari 156 ribu barel per hari menjadi 166ribu barel per hari.

Namun menurut Presiden Jokowi kenaikan tersebut masih jauh dari target. Presiden mengatakan target produksi Blok ROkan adalah 400ribu barel per hari.

Presiden Jokowi juga menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan Blok Rokan akan menjadi acuan untuk mengelola blok minyak bumi lainnya. Beliau meyakini keberhasilan visinya tersebut akan terwujud dengan SDM yang berkualitas dari Indonesia saat ini.

Keberhasilan peningkatan produksi Blok Rokan nantinya juga akan berpengaruh pada besaran impor. Sedangkan Presiden Jokowi menghimbau agar selalu menekan impor minyak bumi.

“Ini sudah berapa tahun, ini turun terus, sehingga apa, larinya semuanya nanti ketergantungan pada impor, padahal kita masih punya sumur-sumur yang bisa kita kelola untuk menghasilkan produksi sehingga impornya tidak banyak,” tutur Jokowi.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan Blok Rokan baru saja menerima penghargaan MURI karena memproduksi minyak bumi paling banyak di antara blok-blok lainnya.

Nicke juga menceritakan peningkatan prestasi lainnya adalah sejak alih kelola dilakukan, Blok ROkan telah dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak. Awalnya tenaga kerja bLok Rokan ada 25.000 orang. Setelah alih kelola, tenaga kerja Blok ROkan sekarang ada 37.500 orang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90