HomeNarkoba

BNN Desak Kejagung Segera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba

BNN Desak Kejagung Segera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Menurut data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), sebanyak 148 terpidana mati kasus narkotika di Tanah Air saat ini menunggu giliran untuk dieksekusi.

Kasubdit Lingkungan Kerja Masyarakat Badan Narkotika Nasional, Kombes Pol Ricky Yanuarfi menyebut, jika pemerintah tidak secepatnya melaksanakan eksekusi maka jumlah terpidana mati akan semakin menumpuk.

“Kalau itu enggak dilaksanakan, nanti ada lagi putusan seperti Wong Chi Ping. Tambah lagi, tambah lagi. Apa nunggu mati di penjara,” ungkapnya dalam diskusi ‘Pasang Surut Perang Terhadap Narkoba’, di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (25/3/17).

Data tersebut merupakan data pada bulan maret 2017, dan diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah seiring banyaknya kasus narkoba yang berhasil diungkap petugas.

Untuk itu, dirinya mendesak Kejaksaan Agung untuk segera mengeksekusi mati para napi kasus narkoba. “Kami desak kejaksaan sebagai eksekutor. Pak Budi Waseso (kepala BNN) berhubungan dengan jaksa, agar setelah inkracht segera dieksekusi,” tegasnya.

Penyalahgunaan narkoba di Indonesia memang sudah masuk titik mengkhawatirkan. Setiap tahunnya pengguna narkoba mengalami peningkatan yang cukup drastis. Hampir 50-an orang mati dalam sehari akibat narkoba.

Beragam upaya dilakukan oleh pemerintah untuk menekan kasus narkoba. Salah satu dengan menerapkan hukuman mati. Pemerintah memang memprioritaskan terpidana mati gembong narkoba.  Tercatat, sejak pemerintahan Joko Widodo, eksekusi mati kasus narkoba sudah dilakukan dalam 3 gelombang.

Rencananya, tahun ini pemerintah akan kembali melakukan eksekusi gelombang 4 kasus narkoba. Diperkirakan ada 30 terpidana masuk dalam target yang akan dieksekusi oleh Kejakasaan Agung sebagai pihak eksekutor. (DD)

Baca Juga:  Antisipasi Peredaran Narkoba, Kapolres Depok Mendadak Minta Lakukan Tes Urine
Baca Juga:  Penyerang Novel Dituntut Ringan, PSHK Desak Jokowi Evaluasi Kejaksaan dan Kepolisian

Comment