HomeDPR RI

Bom Bunuh Diri di Jeddah, Ini Kata Ketua DPR

Bom Bunuh Diri di Jeddah, Ini Kata Ketua DPR

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Beberapa waktu lalu, pihak keamanan Arab Saudi menggagalkan rencana serangan ke Kota Suci Makkah. Rencana ini merupakan bagian dari 2 rencana serangan sekaligus ke Jeddah. 5 orang tersangka telah ditangkap, salah satunya telah tewas setelah melakukan perlawanan.

Ketua DPR RI, Setya Novanto menyatakan bahwa peristiwa itu begitu memprihatinkan, mengingat serangan yang diduga merupakan bom bunuh diri ini, akan dilakukan di pusat peribadatan Umat Islam, Kota Haram, Kota Mulia, Makkah Al-Mukarramah. Apalagi, kejadian tersebut direncanakan di hari menjelang Idul Fitri, setelah seluruh rangkaian ibadah puasa dilakukan oleh umat Islam di seluruh dunia.

Menurutnya, kota Suci dan momentum Idul Fitri sejatinya mengindarkan siapapun dari perilaku-perilaku keji, merusak tatanan kehidupan dan menghancurkan kemanusiaan.

“Kita tahu, jelang akhir ramadhan, jutaan umat Islam berkumpul di Masjidil Haram, mendekatkan diri kepada Allah Swt. Sungguh ironis, kemuliaan ibadah akan dinodai oleh sekelompok orang, pihak-pihak yang dangkal memahami hakikat kehidupan dan hakikat keberagamaan. Saya mengutuk seluruh pelaku dan orang-orang yang terlibat dalam rencana aksi jahat ini,” kata Setnov (sapaan akrabnya) dalam keterangan persnya, Sabtu (24/6).

Baca Juga:  Ketua DPR RI Kunker ke Kawasan FTZ, Sekaligus Lantik Ketua DPD Golkar

Dikatakanya, peristiwa yang sama di tahun sebelumnya, saat Masjid Nabawi di Madinah juga mengalami serangan. Meski kejadiannya berada di dekat Masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad Saw tersebut, namun efek keprihatinan keberagamaan sangat besar. Bagaimana mungkin pusat-pusat keagamaan menjadi sasaran perbuatan keji dan merusak kemanusiaan.

Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak yang berwenang Arab Saudi, namun ia bisa menyatakan, siapapun pelaku tersebut, mereka adalah orang-orang yang tidak memahami tentang hakikat kemanusiaan.

“Dalam kesempatan ini, saya kembali mengingatkan kepada kita semua agar tidak mengkait-kaitkan aksi teror ini dengan sentimen keagamaan. Agama apapun yang ada dimuka bumi ini, tidak mengajarkan perilaku-perilaku yang mencederai apalagi sampai membunuh sesama manusia,” ucapnya.

Baca Juga:  KPK Terus Memburu Para Penerima Suap E-KTP

“Kita dituntut untuk terus waspada. Dalam situasi global, regional dan lokal yang semakin kompleks dan dinamis, kita dituntut untuk selalu peduli terhadap lingkungan dan alam sekitar kita. Mari kita rajut persatuan dan kesatuan deni kehidupan kita yang lebih baik,” imbuhnya.

Politisi Golkar ini menambahkan, bulan Ramadhan telah mengajarkan bagaimana menjalin “keakraban” dengan Allah SWT, sekaligus dengan sesama manusia.

” Mari kita gunakan untuk membentuk pribadi yang mawas diri, menghargai kehidupan diri dan orang lain, dan menjadikan agama sebagai petunjuk dan pedoman untuk membangun kerukunan dan harmoni dalam masyarakat,” tandasnya. (yp)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: