HomeDaerahTangerang Raya

BPJS Ketenagakerjaan Tangsel Mulai Terapkan Sistem Jemput Bola

BPJS Ketenagakerjaan Tangsel Mulai Terapkan Sistem Jemput Bola

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan akan menerapkan sistem jemput bola. Hal tersebut dilakukan guna memperluas keanggotaan pesertanya yang berada di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Tangsel Ibka Saloma mengatakan, dari data yang ada diketahui, sampai saat ini masih ada perusahaan di Kota Tangsel yang belum mendaftarkan perusahaannya ke dalam BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, kondisi demikian tidak bisa dibiarkan terus berlangsung begitu saja.

“Jika terus seperti ini, tentu dapat merugikan hak normatif para pekerja sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Pelayanan Ketenagakerjaan,” kata Ibka Saloma, pada Selasa (18/7).

Oleh sebab itu, untuk mempermudah kepesertaannya dalam program jemput bola, pihak BPJS Ketenagakerjaan akan proaktif mendatangi perusahaan-perusahaan yang tersebar diberbagai wilayah, sekaligus juga melakukan pendataan.

Baca Juga:  Mendapat Predikat Opini WTP, Bukan Jaminan Tangsel Bersih Dari Korupsi

“Kondisi ini sangat memprihatinkan, masih ada perusahaan yang belum mendaftar (BPJS Ketenagakerjaan). Oleh karena itu, melalui pelaksanaan program jemput bola ini diharapkan dapat menggugah para pemilik usaha agar memiliki kesadaran pentingnya terlindungi dalam Program Jaminan Sosial,” ujarnya.

Sebenarnya, Ibka Saloma menambahkan, selain Perda No.3 Tahun 2011 Tentang Pelayanan Ketenagakerjaan, terhitung sejak bulan Maret 2017 sudah diterbitkan pula Surat Edaran Walikota dengan nomor : 048/908/Disnaker, tentang wajibnya Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Kota Tangsel.

“Selain Perda itu, ada juga surat edaran Walikota Tangsel tentang kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Apabila pemberi kerja tidak mendaftarkan perusahaannya maupun tenaga kerjanya, maka dapat dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 86 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratlf bagi pemberi kerja,” imbuhnya.

Baca Juga:  Security 59 Tahun Cabuli 13 Anak Di Bawah Umur

Program yang dimiliki oleh BPJS Ketenagakerjaan sendiri meliputi Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK) serta Jaminan Pensiun (JP). Tercatat, sampai dengan semester l tahun 2017 BPJS Ketenagakerjaan Kota Tangsel telah mempunyai kepesertaan sebanyak 2.708 perusahaan, dengan jumlah tenaga kerjanya mencapai 102.447 tenaga kerja. Jumlah tersebut, belum termasuk 417 perusahaan yang telah mendaftar di Semester l tahun ini, dengan penambahan tenaga kerja sebanyak 16.468 tenaga kerja.

“Harapannya di Semester ll tahun 2017 akan ada peningkatan yang signifikan terhadap jumlah perusahaan yang mendaftar dan tenaga kerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” tandasnya. (fn)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0