HomeNasionalHukum dan HAM

Bukan Pelabuhan Internasional, Ampera Kecam Kapal Asing Bisa Masuk di Pelabuhan Sebatik

Bukan Pelabuhan Internasional, Ampera Kecam Kapal Asing Bisa Masuk di Pelabuhan SebatikMuhammad Abduh Azizul Gaffar Ketua Ampera

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) mengecam pembiaran yang dilakukan oleh UPT Syahbandar Sebatik yang membiarkan kapal asing transit di wilayah kerjanya. Pasalnya Pelabuhan Sei Nyamuk Pulau Sebatik bukanlah pelabuhan internasional yang menjadi tempat transit bagi kapal asing.

“Hal tersebut bertentangan dengan Peraturan Pemerintah RI No. 30 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan bidang pelayaran pasal 1 ayat 49, serta kita juga memiliki aturan atas akses navigasi wilayah laut Indonesia. Aturan-aturan mendetail sebagaimana tertuang dalam dua peraturan pemerintah yakni PP 36/2002 dan PP 37/ 2002,” kata Muhammad Abduh Azizul Gaffar Ketua Ampera di Jakarta, (3/8).

Informasi mengenai masuknya kapal asing Pelabuhan Sei Nyamuk Pulau Sebatik, terkonfirmasi melalui pemberitaan yang dilansir oleh antara (19/7) yang menyebutkan sebuah kapal asing berbendera Filipina berlabuh di perairan perbatasan Indonesia dan Malaysia di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kaltara, bermuatan 7.200 dus rokok merek Canon yang berasal dari Vietnam.

Kapal asing berbendera Filipina bermuatan rokok asal Vietnam berlabuh di perairan perbatasan Indonesia dan Malaysia di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, sejak Minggu (18/7). ANTARA/Rusman

Kepada media Kasturi mengaku sebagai pemilik dari Rokok yang di muat oleh kapal asing asal filipina M/L Nur dengan Ukuran DWT/GT/HP 18.55/7.01/2.74. dan berdasarkan pengakuannya kapal tersebut mengangkut rokok ini langsung dari Vietnam dan hanya transit di pulau sebatik tanpa membongkar muatan dan akan berangkat ke Fhilipina 21/7.

Namun Ampera mempunyai penilaian yang berbeda, lanjut abdul menyampaikan menurut Kajian dan Investigasi disinyalir Kasturi hanyalah orang titipan/Suruhan Pengusaha rokok yang ada di sebatik yang kemudian mengerucut ke dua nama

“Kami duga kuat sebagai dalang yakni saudara H.HB selaku Dirut PT. KJ. dan yang satunya lagi berinisial H.NM. yang merupakan Direktur PT. MBU, Kasturi hanya sebgai Robot yang digerakkan 2 pengusaha Rokok tersebut,” tambah abdul yang juga fungsionaris Pengurus Besar HMI ini.

Ada permainan kotor dari pembiaran kapal asing bisa masuk ke pelabuhan sebatik ini, tambah Abdul. Hal tersebut melanggar ketentuan peraturan yang berlaku terkait akses navigasi wilayah laut Indonesia.

“Apabila suatu kapal asing berlabuh di Indonesia maka perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal tersebut harus menunjuk perusahaan lain untuk mengurus semua kebutuhan kapal selama berada di pelabuhan yang dimaksud maka setiap perusahaan harus memiliki surat izin usaha perusahaan keagenan kapal (SIUPKK),” jelas Abdul.

Hal yang juga menjadi penyesalan dari Ampera adalah kejadian kapal asing berbendera Filipina masuk sandar di pelabuhan Sei Nyamuk Sebatik di tengah Indonesia sedang melakukan PPKM darurat, dalam rangka melawan peredaran Covid-19, serta mengingat kejadian pada 2018 silam kecelakaan laut 2 speed dari arah malaysia menuju sebatik dan dari sebatik menuju Filipina yang menelan korban jiwa.

“Sampai detik ini siapa yang bertanggung jawab dengan semua itu, seolah-olah semua menutup mata dan lempar batu sembunyi tangan,” sesalnya.

Di penghujung pembicaraannya Abdul menyampaikan Ampera dalam menyikapi hal ini akan menggelar aksi unjuk rasa aksi protes di Mabes Polri dan Kementerian Perhubungan di Jakarta.

“Kami secara kelembagaan AMPERA akan melakukan aksi Protes sekaligus melaporkan secara resmi di Mabes Polri dan Kementerian Perhubungan yang akan dilaksanakan pada Hari senin 9 Agustus 2021 mendatang,” pungkas Abdul. (red/abd)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0