Bulan Suci Ramadhan di Afghanistan Diawali Aksi Bom Bunuh Diri

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Hari pertama bulan suci Ramadhan di Afghanistan diwarnai dengan aksi bom bunuh diri. Akibat aksi mau ini, 18 orang tewas dan enam di antaranya luka-luka.

Menurut Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Najib Danish, aksi tersebut dilakukan oleh satu orang dengan menggunakan mobil. Ia menabrakkan mobilnya ke konvoi pasukan pemerintah di Agfhanistan timur yang saat itu tengah mengamankan pasukan Amerika di kawasannya pada hari Sabtu, 27/5/2017) di kota Khost, Afghanistan.

Baca Juga:  Donald Trump Berencana Maju Pilpres 2020 dan Tunjuk Manajer Kampanye Pakar Media

“Pembom menabrakkan mobilnya yang penuh bom ke konvoi dekat stasiun bus yang ramai, dan menjatuhkan korban yang sebagian besar sipil,” terangnya.

Kelompok Taliban mengklaim bertanggungjawab atas insiden mematikan ini. Tetapi ia membantah bahwa pihaknya telah menyerang kelompok sipil di kawasan tersebut.

“Konvoi keamanan diserang di sebuah daerah di mana tidak ada sipil,” ungkap Juru Bicara Taliban Sabihullah Mujahid.

Baca Juga:  Bom Kampung Melayu Terkait Jaringan Jamaah Ansharut Daulah

Justru serangan tersebut, lanjutnya, menewaskan 22 tentara musuh dan banyak lainnya yang mengalami luka-luka.

Ia juga menjelaskan bahwa serangan Taliban tersebut sudah direncanakan beberapa bulan lalu. Tujuannya untuk menghukum pasukan khusus yang menuduh Taliban telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Afghanistan atas suruhan anggota CIA Amerika di Khost. (ms)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90