Buntut Eksekusi Lahan dan Pembubaran Pengajian, Kapolres Banggai Dicopot

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres oleh Mabes Polri, terkait dugaan kesalahan prosedur dalam eksekusi lahan seluas 20 hektare di Tanjung Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah, pada Senin (19/3).

“Hari ini saya mendapatkan informasi dari as sdm (Asisten Sumber Daya Manusia Kapolri), kapolresnya dicopot untuk pemeriksaan lebih lanjut dari paminal, propam,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Jakarta Pusat, Sabtu (24/3).

Pencopotan itu, menurut Setyo, untuk dilakukan pemeriksaan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes polri. Meski tidak menjelaskan secara rinci kesalahan prosedur yang dilakukan, Setyo menyebutkan ada indikasi pelanggaran. “Tidak sesuai prosedur,” ujar Setyo.

Baca Juga:  Kena OTT KPK, Bupati Purbalingga Langsung Dipecat PDI Perjuangan

Hal yang menjadi permasalahan, dalam eksekusi lahan tersebut diduga terjadi pembubaran paksa pada ibu-ibu yang sedang melakukan pengajian, aparat diduga menggunakan gas air mata. Padahal, menurut Setyo, Polri memiliki standar operasional prosedur (SOP), yakni terlebih dulu melakukan negosiasi.

Apalagi, dia menerangkan, terdapat ibu-ibu dalam massa tersebut. “Nanti kita lihat kesalahannya seperti apa. Kapolda juga sudah dimintai keterangan oleh Propam,” tutur Setyo.

Baca Juga:  Marvel Comic Pecat Komikus Muslim Yang Memicu Kotroversi

Dalam eksekusi tersebut, terdapat pula unsur Pemda. Namun, Setyo menyebut, Pemda bukan menjadi urusan Polri. Kecuali, terdapat pelanggaran-pelanggaran lain yang dilaporkan oleh masyarakat.

“Pemda bukan urusan kami, nanti kita lihat. Konteksnya Kami hanya (anggota) dari Polri saja. Nanti ada laporan atau tidak, kalau dari masyarakat ada laporan, ya nanti kita proses,” ucap Setyo. (rep)

Tinggalkan Balasan

banner 728x90