HomeSosial Budaya

Buya Ma’arif: Kebhinnekaan Adalah Hak, Harus Saling Menjaga Bukan Saling Meniadakan

Buya Ma’arif: Kebhinnekaan Adalah Hak, Harus Saling Menjaga Bukan Saling Meniadakan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Tokoh kebangsaan Ahmad Syafii Maarif mengatakan bahwa kebhinnekaan atau perbedaan adalah hak semua orang, dan setiap warga negara harus menghargai dengan lapang dada kebinekaan bangsa Indonesia.

Ia mengakui paham radikal dan terorisme merupakan ancaman bagi kebhinekaan karena merasa paling benar dan tidak segan menyerang pihak yang berbeda.

Menurut dia, sangat tidak logis kelompok-kelompok radikal seperti Islamic State (IS) yang berbasis di Irak dan Suriah atau Boko Haram di Nigeria mengklaim sebagai bagian dari Islam, agama yang notabene sangat toleran.

“Bahkan ada dalam bacaan salah satu ayat Alquran disebutkan orang ateis pun berhak hidup di atas bumi. Artinya, perbedaan itu adalah hak, sehingga kita harus saling menjaga, bukan saling meniadakan,” kata Buya, sapaan akrab Syafii di Jakarta, Selasa (25/7).

Ia menyayangkan dengan maraknya radikalisme dan terorisme, banyak ayat-ayat Alquran yang salah ditafsirkan. Ironisnya, penafsiran yang salah itu digunakan untuk ‘meracuni’ orang lain agar mengikuti ideologi kekerasan ala kelompok radikal.

Baca Juga:  Jokowi Besok Lantik Megawati Cs Setingkat Menteri

“Kebinekaan itu harus kita hargai dalam diri kita masing-masing, jangan ada pemaksaan. Juga harus ada toleransi otentik yang tidak dibuat-buat,” kata Syafii

Menurut dia, kelompok teroris sesungguhnya menggunakan ajaran dari peradaban Arab yang sedang kalah, bukan ajaran Islam.

Baca juga: ISIS Ibarat Rongsokan Peradaban Arab yang Dibeli Muslim Indonesia

“Saya menyebutnya rongsongkan peradaban Arab. Ironisnya, rongsokan peradaban yang sudah kalah di Arab itu justru dibeli di sini. Bodoh sekali mereka itu. Semua terjadi karena wawasan, bacaan, dan pergaulan mereka terbatas,” ungkap pendiri Maarif Institute ini.

Dikatakannya, orang yang kalah gampang kalap. Harusnya supaya tidak kalap, mereka belajar agama yang benar dan berlapang dada. Alquran harus dilihat secara keseluruhan karena di sana ada benang merah, bukan dengan pemahaman yang dangkal dan sepenggal-sepenggal.

Baca Juga:  Buya Syafi'i Maarif: Kalau Indonesia Rusak, Dunia Islam Bisa Runtuh Seluruhnya

“Coba saja cari di Alquran, apakah Islam mengajarkan teror? Tidak ada,” kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

Baca juga: Buya Syafii Sebut Sikap Pragmatis Politisi Jadi Ancaman Menguatnya Intoleransi

Buya melihat terorisme di Indonesia selain dipicu pemahaman agama yang salah juga akibat ketimpangan sosial ekonomi yang parah sehingga seperti memunculkan rumput kering atau jerami kering yang mudah terbakar. Ini terjadi karena terlalu dominannya asing menguasai ekonomi negara ini.

“Saya khawatir betul karena ledakan ekonomi yang membuat kesenjangan terlalu jauh akan berbuntut prahara sehingga apa yang kita bangun selama ini akan berantakan,” kata Syafii. (MI)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0