oleh

Buya Syafi’i Maarif: Kalau Indonesia Rusak, Dunia Islam Bisa Runtuh Seluruhnya

YOGYAKARTA, SUARADEWAN.com – Bom meledak di tiga gereja di Surabaya. Ulama Buya Ahmad Syafii Maarif mengatakan pelaku telah merusak Indonesia yang menjadi contoh negeri Islam yang damai.

“Kalau Indonesia rusak seperti Suriah, Irak, atau Afghanistan, dunia Islam bisa runtuh seluruhnya. Dunia masih melihat Indonesia ini waras,” kata Buya menanggapi pertanyaan wartawan di Yogyakarta, Minggu (13/5).

Buya prihatin dengan aksi terorisme karena terjadi berulang kali. Dia mengucapkan  belasungkawa yang dalam kepada korban dan umat Kristiani.

“Pelaku teror ini mati satu tumbuh seribu. Tapi kita harus cari apa akar pokoknya. Mereka pakai mazhab kekerasan. Teologi maut. Paham ini menyebar masif ke dunia,” ujarnya.

Buya menyebut ledakan di Surabaya ini amat mengerikan karena melibatkan pelaku perempuan dan anak-anak. Ia prihatin pelaku teror sudah banyak ditangkap, tapi seperti tak ada habisnya.

“Pelaku ini tidak normal. Perempuan ini otaknya sudah dicuci. Dia melakukan apa yang dia anggap benar meski merusak persaudaran dan bangsa, melukai kemanusiaan,” kata Buya.

Baca Juga:  Keutamaan Makkah, Kota Damai dan Sebaik-baiknya Bumi Allah

Menurut Buya, pelaku terorisme adalah kelompok putus asa yang terkena pengaruh konflik-konflik di negeri seperti  Suriah dan Irak. Apalagi ketika kelompok teror di sana telah terdesak.

“Ini juga karena kebodohan kita. Peradaban kita jadi rusak. Kita tidak bisa membedakan Islam dan arabisme. Jangan bawa-bawa agama,  Islam tercoreng juga. Saya yang Islam jadi malu ini,” kata dia.

Buya prihatin karena aksi teror membawa nama Tuhan. Menurut dia semua agama tidak mengajarkan melakulan perbuatan yang kejam.

“Ini penafsiran agama yang keliru dan karena syahwat kekuasaan yang merusak,” katanya.

Buya khawatir kejadian ini akan berimbas ke legitimasi pemerintah. “Nanti digoreng isu, negara tidak bisa amankan tempat ibadah,” kata dia.

Buya mendesak polisi bekerja keras dan meningkatkan intensitasnya dalam memberantas terorisme. “Kejadian Mako Brimob, Itu luar biasa. Saya rasa ini puncak di gunung es,” kata dia.

Baca Juga:  Mewaspadai Gerakan Generasi Ibnu Muljam, Ekstremis Fanatik

Untuk itu, Buya mendesak pemerintah agar lebih tegas kepada pelaku terorisme. “Tapi tetap di jalur hukum dan koridor hukum. Densus juga jangan salah tangkap. Meski itu manusiwi, nanti bisa digoreng,” ujarnya.

Buya berharap semua pihak bersatu memberantas terorisme, mulai dari perguruan tinggi, pengguna media sosial, hingga media massa.

“Pemerintah kurang tegas mengontrol media sosial. Media massa yang waras juga, jangan diam tapi bertarung membela kebhinekaan. Masa depan bangsa ini dipertaruhkan. Tapi saya yakin kita tidak kalah,” kata dia.

Malam ini, di Tugu Yogyakarta, warga menggelar aksi solidaritas untuk para korban bom Surabaya. (gatra)

Komentar

Berita Lainnya