oleh

Cara Mengatasi Nafsu Makan Hilang akibat Covid-19

SUARADEWAN.com — Dalam beberapa kasus, Covid-19 dapat menyebabkan gejala berkepanjangan yang berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah infeksinya hilang.

Kondisi ini dikenal dengan istilah sindrom pasca-Covid-19 atau long covid. Kemungkinan mengalami long covid tampaknya tidak terkait dengan tingkat keparahan saat terinfeksi Covid-19.

Jadi, tidak hanya pasien yang sakit parah, pasien dengan gejala Covid-19 yang ringan pun bisa mengalami long covid.

Dilansir dari NHS, berikut adalah gejala long covid yang umum dialami pasien pasca-infeksi virus corona:

1. Kelelahan 2. Sesak napas 3. Nyeri dada 4. Masalah dengan memori atau konsentrasi 5. Palpitasi jantung 6. Pusing 7. Nyeri sendi 8. Kecemasan hingga depresi 9. Sakit telinga 10. Masalah pencernaan seperti diare, sakit perut, dan hilang nafsu makan 11. Suhu tinggi, batuk, sakit tenggorokan, perubahan indra penciuman dan perasa 12. Ruam kulit.

Gejala-gejala long covid ini bisa diatasi dengan sejumlah perawatan. Misalnya, gejala kehilangan nafsu makan bisa diatasi dengan perbaikan nutrisi.

Baca Juga:  Berikut Tips Shalat Id Aman saat Pandemi

Kehilangan nafsu makan memang kerap dialami orang yang kondisinya sedang tidak sehat, termasuk akibat Covid-19 atau saat masa pemulihannya.

Kondisi ini tentunya akan mempersulit untuk mendapatkan nutrisi yang tepat dan dibutuhkan tubuh untuk segera pulih.

Dilansir dari NHS Your Covid Recovery, berikut adalah tips meningkatkan nafsu makan akibat Covid-19:

1. Makan sedikit dan sering

Meminimalkan penurunan berat badan dan mendapatkan kembali kekuatan otot penting untuk pemulihan. Cara untuk menyiasatinya adalah dengan makan sedikit dan sering, yakni tiga kali makan dalam sehari ditambah camilan atau minuman bergizi hingga nafsu makan kembali meningkat.

Pilihlah makanan yang kaya akan protein, seperti daging, ikan, telur, keju, kacang-kacangan, dan lentil.

Tetap terhidrasi dengan minum cukup air juga sangat penting. Sebaiknya, pilih minuman berbasis susu untuk memberikan asupan protein tambahan.

Untuk saran lebih lanjut, berkonsultasi dengan ahli gizi sangat disarankan sehingga pola makan menjadi lebih sehat dan seimbang.

2. Haruskah minum suplemen?

Suplemen multivitamin dan mineral baik dikonsumsi hanya jika pasien makan dalam jumlah sedikit atau tidak bisa makan semua jenis makanan yang direkomendasikan.

Baca Juga:  Tips Untuk Selalu Sehat Ala Pramugari Ini Bisa Ditiru

Kebutuhan akan suplemen nutrisi ini harus ditinjau secara teratur oleh dokter atau ahli gizi agar disesuaikan dengan kondisi pasien.

Kapan harus berhenti mengonsumsi suplemen pun bisa berbeda-beda untuk setiap individu, bergantung pada berat badan dan gejala yang dirasakan.

3. Pastikan cukup kalori dan protein

Mendapatkan kembali kekuatan otot akan membantu memberi lebih banyak energi dan kekuatan untuk pasien. Untuk membantu memicu aktivitas pasien, pastikan pasien mendapatkan cukup energi (kalori) dan protein.

Adapun jenis makanan yang kaya protein di antaranya adalah daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan buncis. (kom)

Komentar

Berita Lainnya