oleh

Dasacita Kaltim Bermartabat di Mata Prof. Dr. Daddy Ruchiyat

SAMARINDA, SUARADEWAN.com – Pasangan Calon Gubernur (Cagub), Rusmadi-Safaruddin, menuai pujian karena gagasan dasacitanya yang fokus pada transformasi ekonomi pasca migas. Namun di mata Profesor Dr. Daddy Ruchyat, masih perlu dilengkapi dengan memasukkan program energi alternatif panas bumi sebagai energi hijau yang ramah lingkungan.

Guru Besar Universitas Mulawarman ini melihat visi ‘Kaltim Bermartabat’ sudah begitu lengkap menunya, yakni uraian dari berdaya saing, mandiri, aman, sejahtera dan berkelanjutan. Kemudian ada penjabarannya dalam 10 misi atau Dasacita, yakni: Kaltim Aman, Kaltim Mandiri, Kaltim Mulus, Kaltim Relijius, Kaltim Cerdas, Kaltim Membangun Desa, Kaltim Swasembada pangan, Kaltim Kreatif, Kaltim Tanpa Banjir dan Kaltim Lestari.

Khusus pada ‘Kaltim Lestari”, Prof. Dr. Daddy Ruchiyat, dia ingin melengkapi, yakni diakomodirnya energi alternatif panas bumi sebagai energi hijau yang ramah lingkungan.

“Kaltim itu punya potensi panas bumi yang besar, bahkan kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuka peluang investasi geothermal di kawasan hutan,” kata Daddy.

Potensi panas bumi di hutan Kalimantan Timur terdeteksi di kawasan utara atau sekitar “kepala anjing” dan Penajam Paser Utara.

Untuk mencapai skala produksi yang ekonomis, perlu dilakukan kajian yang lebih intens lagi. Tapi setidaknya ada perkiraan sekitar 10 megawat untuk level hipotik potensi, lalu ada lagi level terkira dan terukur.

Menurut Ruchyat, level terkira ini tingkat kemungkinannya lebih tinggi jika dibandingkan dengan level hipotetik dan level terukur merupakan indikator potensi deposit yang dapat diproduksi lebih ekonomis.

“Kawasan Dondang juga punya potensi karena merupakan geothermal jalur patahan Mangkaliat. Saya pikir, Cagub Rusmadi dan Safaruddin punya program ke sepuluh Kaltim lestari lewat Visi Dasacita. Ini ada relevansinya,” jelasnya.

Baca Juga:  Berkunjung ke Pasar Senaken, Safaruddin Ikut Berjual Gorengan

Seperti diketahui, kata Daddy, energi alternatif atau energi terbarukan adalah energi yang dihasilkan dari sumber-sumber alam seperti sinar matahari, tenaga angin, tenaga air, pasang surut, panas bumi.

“Mengapa energi ini disebut sebagai energi alternatif ramah lingkungan, karena energi alternatif atau energi terbarukan juga memiliki dampak yang lebih kecil bagi lingkungan, sehingga disebut sebagai energi yang ramah lingkungan, “ ujarnya.

Energi terbarukan adalah energi yang dihasilkan secara terus-menerus dari berbagai proses alam. “Dikatakan sebagai energi terbarukan karena energi ini selalu dihasilkan oleh alam, tidak dapat habis dan terus diperbaharui. Saya kira pasangan Rusmadi-Safaruddin harus menggerakkan nalar riset lebih terencana dan terukur untuk benar benar memikirkan energi alternatif ini,” katanya.

Energi alternatif adalah istilah yang digunakan untuk menyebut sumber energi yang lain yang menggunakan bahan bakar fosil. Menurut Daddy, umumnya energi alternatif menunjukkan energi non-tradisional dan memiliki dampak lingkungan yang rendah atau ramah lingkungan.

”Sebagian besar definisi energi alternatif adalah energi yang tidak merusak lingkungan, perbedaan yang memisahkannya dari energi terbarukan yang mungkin tidak memiliki dampak lingkungan yang signifikan,” tegasnya.

Daddy juga menyebutkan konsep energi ramah lingkungan mulai bergeser menjadi energi hijau yang sering digunakan untuk menggantikan istilah energi terbarukan atau energi alternatif. Istilah energi hijau dan energi terbarukan digunakan karena keduanya menggambarkan sumber energi alami.

Baca Juga:  Safaruddin: Partisipasi Masyarakat Dapat Mencegah Terorisme

“Namun penggunaan istilah energi hijau biasa digunakan untuk menggambarkan energi yang tidak berdampak negatif terhadap lingkungan,” katanya seraya menambahkan energi hijau adalah istilah energi yang paling identik dengan kata ramah lingkungan. Beberapa energi alternatif atau terbarukan mungkin masih berdampak terhadap lingkungan.

Energi nuklir, kata Daddy Ruchiyat, dimasukkan dalam energi hijau karena menghasilkan limbah yang sedikit bila dibandingkan dengan sumber energi lain seperti batubara atau minyak. Namun banyak aktivis lingkungan di dunia kontra dengan hal tersebut, karena dari pengkajian mereka energi nuklir sangat berdampak terhadap lingkungan. Radiasi nuklir bahkan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang luar biasa.

“ Masih ingat dengan bencana nuklir Chernobyl dan Fukushima Jepang, kata dia.

Daddy Ruchiyat menyatakan, mengapa energi Alternatif jadi penting, “Karena banyak sekali faktor yang menjadi pertimbangan mengapa energi alternatif atau energi terbarukan sangat penting dan kita butuhkan di masa-masa yang akan datang.

“Menurut beberapa pakar energi, tidak sampai 100 tahun lagi energi fosil akan habis. Maka dibutuhkan solusi energi alternatif untuk menggantikan energi fosil tersebut, salah satunya adalah panas bumi dan saya tegaskan lagi potensinya cukup besar,” katanya. Pasangan Rusmadi-Safaruddin diyakininya bisa mengakomodir program masa depan ini. (aw)

Komentar

Berita Lainnya