Daurah Ilmiah dan Pengukuhan Pengurus Pusat Ikhwan Thoriqoh Qodiriyah Arokiyah

SUARADEWAN.com – Jama’ah Thoriqoh Qodiriah Indonesia menggelar acara Daurah Ilmiah di Mesjid Istiqlal dalam rangka Pengukuhan Pengurus Pusat Ikhwan Thariqoh Qodiriyah Arokiyah (PP ITQA) pada Ahad (25/12/22).

Acara tersebut melibatkan banyak tokoh dan ulama dari Indonesia dan Sudan. Narasumber dalam acara tersebut adalah Syaikh Awad Karim Ustman al-Aqli al-Maliki, beliau adalah Ketua Bidang Keilmuan al-Majma’ Shufi al-A’m Sudan. Turut hadir Dubes Sudan untuk Indonesia: Syaikh Muhamad al-Amin.

Baca Juga: Bukan Masanya Lagi Sibuk Mempertentangkan Perbedaan

Acara dibuka oleh MC dengan membaca surat al-Fatihah serta membacakan roundown acara.  Kemudian dilanjut dengan pembacaan ayat al-Qur’an oleh Ust. Faiq. Setelah itu pembacaan mahallallul qiyam dan lagu kebangsaan.

Adapun selanjutnya adalah acara inti,  yaitu Pengukuhan Pengurus Pusat Ikhwan Thariqoh Qodiriah Arokiyah (PP ITQA) Indonesian. Para pengurus dipersilakan maju ke panggung untuk membaca ikrar, yang dipimpin langsung oleh Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Indonesia: KH.  Hilmi As-Shidqi.

Acara selanjutnya adalah sambutan Ketua PP ITQA Indonesia: KH. Nasri Muhammad.

“Begitu banyak nikmat dari Allah yang harus kita syukuri, yang jika dihitung tidak mungkin kita mampu,” kata KH. Nasri dalam sambutannya.

Kemudian sambutan dari Ketua Komunitas Orang Sudan Indonesia: Dr.  Aiman.

“Setiap tempat ada orang yang cocok untuk tempat itu dan setiap orang memiliki tempatnya,” katanya.

“Saya selaku ketua Komunitas orang Sudan Indonesia merasa bangga dan senang, Thariqoh Qodiriah bisa berkembang di Indonesia. Thariqoh ini sudah terkenal di Sudan,” sambung Dr. Aiman.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Daurah Ilmiah oleh Syaikh Awad dengan penerjemah Ust.  Misbahkul Ula, beliau adalah alumni Sudan dan pengajar di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok.

Setelah mengucapkan alhamdulillah, istigfar, taawwudz, syahadat dan salam, beliau memaparkan tentang pengertian tasawwuf dan sejarah Thoriqoh Qodiriyah Arokiyah.

“Tasawwuf adalah manhaj suluki taabudi (istilah dalam tasawwuf)  yang bersandar pada Ahl as-sunnah,” papar Syaikh Awad.

Usai memaparkan materi ia menutupnya dengan doa. Setelah itu sambutan dari Duta Sudan untuk Indonesia: syaikh Muhamad al-Amin.

“Saya tidak menyangka bisa diberi kesempatan di hadapan para ulama dan orang-oranga sholih di sini,” katanya.

Kemudian ia bercerita tentang keagungan Nabi Muhammad Saw. dan para pecintanya.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh syaikh Syarif El-Daw El-Kareem, Ulama asal Sudan yang tinggal di Indonesia.

Berikut Struktur Pengurus Pusat Ikhwan Thoriqoh Qodiriyah Arokiyah (PP ITQA) Indonesia:

Ketua: KH. Nasri Muhammad
Wakil Ketua: Ust. Fauzi dan Ust. Arif Setiawan
Sekretaris: Mas Ersal
Wakil sekretaris: Mas Tri Bayu Laksono
Bendahara: Pak Najib
Wakil Bendahara:  Ust. Àngger Nurcahyo SE
Mursyid: KH. Hilmi As-Shidqi.

Profil Singkat Thoriqoh Qodiriyah Arokiyah:

Thoriqoh Qadiriyah Arakiyah adalah salah satu cabang Tarekat Qadiriyah di Sudan. Tarekat ini didirikan oleh Syekh Abdullah al-Araki (943 H/1547 M 1019 H/1641 M). Tarekat Qadiriyah Arakiyah terdiri atas dua kata, yaitu Qadiriyah dan Arakiyah. Kata Qadiriyah dinisbahkan kepada penyebar pertama kali ajaran Tarekat Qadiriyah yakni Syekh Abdul Qadir Al-Jilani. Sementara kata al-Araki, dinisbahkan kepada kabilah Arakiyah, yaitu kabilah Syekh Abdullah al-Araki, selaku pendiri Tarekat Qadiriyah Arakiyah di Sudan. Kabilah Arakiyah adalah salah satu kabilah keturunan Nabi Muhammad saw.

(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90