HomeHankam

Deklarasi Bersama Pilar Kebangsaan, Wakapolri: Mahasiswa adalah Kekuatan Utama

Deklarasi Bersama Pilar Kebangsaan, Wakapolri: Mahasiswa adalah Kekuatan Utama

MAKASSAR, SUARADEWAN.com – Dalam acara Deklarasi Pernyataan Sikap Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri (KPTN) Kawasan Indonesia Timur (KTI) tentang kesetiaan terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Syafruddin menyampaikan harapan besarnya kepada seluruh mahasiswa di Indonesia.

“Mahasiswa adalah kekuatan utama untuk memperkokoh Pancasila dan NKRI,” terangnya dalam acara deklarasi yang berlangsung di Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat (16/6/2017).

Adapun pentingnya deklarasi pilar-pilar kebangsaan ini, tambah Syafruddin, adalah untuk memberikan pesan penting kepada anak-anak bangsa, terutama mahasiswa sebagai penurus cita-cita bangsa ke depan. Bahwa Pancasila, tambahnya, adalah dasar negara yang menopang kokohnya bangsa Indonesia dari dulu hingga kini.

“Tapi belakangan di bangsa ini senantiasa muncul berbagai upaya untuk menggoyahkan keutuhan NKRI dengan cara ingin mengganti ideologi Pancasila dengan yang lain,” ujarnya.

Untuk itulah dibutuhkan peran serta mahasiswa sebagai tonggak kekuatan utama dalam menjaga NKRI, beserta pilar-pilar kebangsaan lainnya, yang setidaknya bisa dilakukan di dalam lingkungan kampus dan masyarakatnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek) Mohammad Nasir yang juga hadir dalam acara tersebut. Baginya, perankampus sangat penting untuk menjaga keutuhan NKRI.

Dan hadirnya 29 kampus dalam deklarasi ini, tambahnya, merupakan bentuk penegasan dan komitmen untuk melawan dan menolak gerakan radikalisme.

“Segala upaya harus dilakukan bersama dalam meningkatkan kesetiaan terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan kampus. Ini untuk menjaga, melestarikan, dan membangun keutuhan bangsa Indonesia,” tandasnya.

Karenanya, lanjut Nasir, perlu pengembangan kurikulum yang ada. Misalnya ditambah pendidikan agama untuk mahasiswa semester VII.

Jangan hanya di semester I itu agama dan Pancasila, tapi harus juga ada di semester akhir supaya ketika lulu maka jiwa pancasilanya dan agamanya terus teringat dan tertanam dengan baik,” jelas Nasir. (ms)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: