HomeDPD RI

Demi Melantik OSO, MA Dinilai Sudah Menginjak-Injak Keputusannya Sendiri

(Kiri) Oesman Sapta Odang dan Wakil Ketua MA Bidang Yudisial M. Syarifuddin.

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Oesman Sapta Odang terpilih menjadi ketua DPD RI pada Selasa (4/4) dini hari. Pasca pemilihan itu, OSO berserta dua orang wakil terpilihnya yakni Darmayanti Lubis dan Nono Sampono langsung dilantik oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Suwardi di ruang sidang DPD RI di komplek parlemen senayan, Jakarta, Selasa (4/4) malam.

Menurut pengamat hukum tata negara, Refly Harun, pemilihan dan pelantikan OSO itu merupakan bentuk dari kondisi yang dia sebut sebagai premanisme politik. Yakni suatu kondisi ketika ada beberapa anggota DPD yang sangat menginginkan kekuasaan, yang kemudian ambisi itu didukung oleh Mahkamah Agung.

Bahkan menurut Refly, semua pihak yang terlibat dalam proses pemiihan dan pelantikan OSO beserta dua orang wakilnya itu sudah mengangkangi putusan dari MA sendiri. Pasalnya, sebelumnya MA sudah membatalkan Tata Tertib DPD RI Nomor 1 Tahun 2016 dan 2017 yang salah satu isinya memuat masa jabatan pimpinan DPD RI 2,5 tahun.

Dengan dibatalkannya Tata Tertib Nomor 1 Tahun 2016 dan 2017 tersebut, otomatis tata tertib yang berlaku kemudian adalah kembali pada tata tertib tahun 2014 yang memuat masa kepemimpinan ketua DPD RI adalah 5 tahun. Dan mengacu pada aturan ini, maka masa jabatan yang dipegang oleh ketua DPD RI Mohammad Saleh mestinya habis pada 2019 nanti.

“Ini premanisme politik. Premanisme politik yang dilakukan beberapa anggota DPD yang berambisi kekuasaan. Kemudian premanisme politik itu dilegalisasi oleh MA, lembaga tinggi yang menginjak-injak keputusannya sendiri,” ujar Refly di Jakarta, Rabu (5/4).

Menurut ahli hukum tata negara ini, proses pemilihan ketua DPD RI yang baru ini tidak memiliki dasar hukum. Sebab dasar hukumnya sudah dicabut oleh MA, dan keputusan dari MA tersebut harus dilaksanakan.

“Itu putusan tidak option, putusan MA itu harus dilaksanakan. Jadi tidak ada dasar hukum memilih pimpinan baru karena pimpinan lama masih menjabat sampai habis masa jabatannya, yaitu hingga 2019,” tegas Refly. (ZA)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: