HomeSkandalKontroversi

Demo Depan Gedung KPK, ALMANSINU Desak Segera Periksa Ketua BAWASLU RI

Demo Depan Gedung KPK, ALMANSINU Desak Segera Periksa Ketua BAWASLU RI

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Puluhan Mahasiswa dan aktifis antikorupsi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Antikorupsi Nusantara (ALMANSINU) Melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung KPK RI pada Kamis 22 April 2021.

Dalam aksinya puluhan mahasiswa mendesak KPK segera memanggil Ketua & Sekjend BAWASLU RI terkait dugaan kuat penyalahgunaan wewenang jabatan dan pungsi kegiatan yang di lakukan oleh ketua dan jajaran Bawaslu RI pada tanggal 9-12 April 2021 di Solo.

Membawa sejumlah poster dan baliho di depan gedung KPK RI dengan bertulisan usut tuntas dan periksa pelaku dugaan kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang jabatan Ketua dan Sekjend BAWASLU RI

Baca Juga:  Korlap ALMANSINU, Bidal: Ketua Bawaslu RI telah Melakukan Pemufakatan Jahat

“Kami mendesak KPK segera menyelesaikan persoalan yang ada di Bawaslu RI yaitu ketua Bawaslu terindikasi kuat menggunakan kekuasaanya yang di duga menghabiskan uang negara sebesar 5 Milliyar Lebih untuk kepentingan peribadi,” ucap Sagoni, koordinator aksi.

Dalam pernyataan sikapnya yang di bacakan langsung oleh Kordinator aksi, Sagoni, aksi tidak hanya mendesak KPK tapi menuntut KPK untuk segera memanggil ketua dan Sekjend BAWASLU RI yang terindikasi kuat secara sistematis melakukan permufakatan jahat pada kegiatan Bawaslu yang dilakukan di Solo pada tanggal 9-12 April 2021 yang berbarengan dengan Ngunduh mantu sang ketua Bawaslu RI.

Korlap aksi juga menyampaikan ultimatum terhadap pimpinan KPK RI jika tidak mengindahkan tuntutan terkait aksi ini, maka korlap aksi menyatakan akan melakukan aksi Jilid II terkait dengan kasus ini dengan estimasi jumlah massa yang lebih besar dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Baca Juga:  HUT-12 BAWASLU “Bangun Solidaritas Kebangsaan Melawan Covid-19"

“Kami akan kembali datang ke KPK untuk membawa massa dalam jumlah yang lebih besar agar kasus korupsi ini dapat segera di tuntaskan karena melihat kondisi bangsa sedang mengalami Krisis Pandemi dan ekonomi tapi malah ketua Bawaslu dan Sekjend malah tega melakukan tindakan korupsi didalam institusinya sendiri yang menghabiskan anggaran yang begitu besar,” tutur Korlap Aksi. (aw)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0