Demo Koalisi Lintas Lembaga di Kajati Laporkan CV. Bukaka Multi Prima

Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam koalisi lintas lembaga menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor kejaksaan tinggi Sulawesi Selatan pada 15/02/2023. (Foto: Istimewa)

MAKASSAR, SUARADEWAN.com – Makassar, pada hari Rabu/15/02/2023, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam demo koalisi lintas lembaga menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Mereka berorasi secara bergantian menyoal proyek pembangunan jalan Lilina Ajangale-Alinge (Bypass Sumpallabbu-Koppe-Ningo) Kecamatan Ulaweng, Bone. Pembangunan tersebut diduga gagal dan merugikan keuangan negara.

Hamzah Kalibia selaku jenderal lapangan yang mempimpin aksi unjuk rasa yang digelar koalisi lintas lembaga yang tergabung dalam beberapa organisi juga melaporkan secara resmi kasus tersebut di Kajati.

Hamzah Kalibia dalam orasinya menyampaikan bahwa, proyek jalan senilai Rp11,336 miliar lebih milik Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bone Tahun Anggaran 2022 itu, tak kunjung dikerjakan oleh CV Bukaka Multi Prima selaku kontraktor pelaksana.

“Proyek ini kan menggunakan anggaran tahun 2022, seharusnya diselesaikan akhir Desember 2022. Tapi nyatanya, sekarang proyek itu mangkrak, tidak ada aktivitas pengerjaan di sana. Apalagi ini bukan proyek multiyears, jadi tidak boleh menyeberang tahun. Masa proyek tahun anggaran 2022, dikerjakan di tahun 2023. Ini jelas-jelas pelanggaran berat dan indikasi kuropsinya sangat besar,” beber Hamzah Kalibia, salah seorang anggota koalisi lintas lembaga.

Menurut Hamzah, Dinas PU (Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang) Bone terkesan melakukan pembiaran rekanan menyelesaikan proyek tahun 2022 di 2023. Hamzah mengatakan hal tersebut adalah kesalahan besar. Dan diduga kuat terjadi kongkalikong dalam hal tersebut. Apalagi, proyek itu tidak ada konsultannya karena tidak ditulis di papan proyek,” lanjutnya.

“Kuat dugaan terjadi permufakatan antara kontraktor pelaksana dan dinas terkait untuk merampok uang rakyat dan merugikan keuangan negara. Serta meminta komisi persaingan usaha untuk melakukan black list terhadap CV. Bukaka Multi Prima,” ucap Hamzah Kalibia.

Perlu diketahui bahwa Aksi Demonstrasi yang dilakuan koalisi lintas lembaga kalini merupakan aksi prakondisi. Rencananya, pekan depan mereka akan kembali melakukan aksi unjuk rasa guna mengawal kasus tersebut sampai tuntas.***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90