HomeDaerahTangerang Raya

Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Kota Tangsel Selenggarakan Peningkatan Kapasitas KSM Air Bersih Untuk SPAM Non Perpipaan

Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Kota Tangsel Selenggarakan Peningkatan Kapasitas KSM Air Bersih Untuk SPAM Non Perpipaan

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Pelayanan air bersih perpipaan di perkotaan Indonesia umumnya masih tergantung oleh PDAM. Namun kondisi tingkat pelayanan PDAM saat ini belum optimal. sebagaimana halnya yang terjadi di Kota Tangerang Selatan.

Dari 7 kecamatan yang ada di Kota Tangerang Selatan, sistem penyediaan air minum perpipaan baru melayani Kecamatan Serpong, Kecamatan Serpong Utara dan sebagian kecil Kecamatan Setu juga bekerjasama dalam bidang distribusi air dengan pengelola perumahan di Bintaro, BSD dan Alam Sutera.

Hal tersebut disampaikan dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Kelompok Swadaya Masyarakat yang dilakukan oleh Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Bidang Sanitasi, Air Minum dan Penataan Bangunan Kota Tangerang Selatan yang digelar di Hotel Grand Serpong, Kota Tangerang, Jum’at (20/10/2017).

Adapun peserta yang hadir terdiri dari 14 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) se Kota Tangsel dengan menhadirkan pembicara dari Dinas ESDM Provinsi Banten, Lembaga BEST (Bina Ekonomi Sosial Terpadu), Pengurus KSM Permata RAJEG-Kabupaten Tangerang serta Konsultan Perorangan.

Perencanaan kedepannya Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui BUMD diharapkan dapat melaksanakan pelayanan air minum di Kota Tangerang Selatan, dengan memanfaatkan pembangunan Sarpras SPAM Zona 3 (Wil. pelayanan Pamulang, Ciputat dan Ciptim) dan SPAM Zona 4 (Wilayah Pelayanan Kec. Setu, Serpong dan Serut).

Pelatihan Peningkatan kapasitas Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pengelola Air Bersih ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Bangunan dan Penataan Ruang dalam menyelenggarakan Sistem Pelayanan air minum (SPAM) khususnya non perpipaan.

Baca Juga:  Pemkot Tangsel Berterimakasih Atas Dukungan Fraksi DPRD Terkait Raperda 2016

Pelayanan ini dimungkinkan bahwa Kota Tangerang Selatan saat ini masih banyak mengandalkan hal tersebut dan masih sedikit yang sudah terlayani oleh sistem perpipaan, Pelatihan KSM Air minum juga bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi calon KSM yang telah mendapatkan bantuan penyediaan sarana prasarana yang dibangun pada tahun 2017 berupa Hidran Umum, Sumur Dalam, jaringan distribusi dan pipa Sambungan Rumah (SR) dan Meteran Air yang selanjutnya melayani 50 Sambungan rumah atau KK, aspek pemberdayaan KSM, operasional dan pemeliharaan sarana prasarana Air bersih, partisipasi masyarakat dalam bentuk iuran warga, serta melindungi ketersediaan sumber air baku yang bebas dari pencemaran.

Pelatihan ini dikuti oleh antara lain KSM Villa Bontang Mas Kel. Kranggan, KSM Perum Pondok Pucung Indah II RW.06 Kel. Pondok Pucung, KSM Perum Pondok Kacang Prima RT.03 RW.08 Kel. Pondok Kacang Timur, KSM RT.07 RW.11 Kel. Jurang Mangu Barat, KSM Ceger RT.01 RW.05 Kel. Jurang Mangu Barat, KSM Perum Graha Permai RW.09 Kel. Sawah, KSM Pondok Maharta RW.11 Kel. Pondok Kacang Timur, KSM Perum Pesona Serpong Kel. Kademangan, KSM Reni Jaya RW.20 Kel. Pamulang Barat, KSM Perum Japos Graha Lestari RW.09 Kelurahan Jurang Mangu Barat, KSM RW.08 Kel. Pondok Benda, KSM RT.013 RW.05 Kel. Keranggan, KSM Perum Citra Prima RT.13 RW.05 Kel. Muncul.

Kepesertaan acara ini adalah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pengelola dan Calon Pengelola Air Bersih, hal ini sesuai sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2016 tentang Kelompok masyarakat yaitu kumpulan, himpunan, atau paguyuban yang dibentuk masyarakat sebagai partisipasi masyarakat dalam Penyelenggaraan SPAM untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Dijelaskan bahwa Kelompok Masyarakat dapat melaksanakan pelayanan air minum yang dilakukan untuk memberikan pelayanan Air Minum kepada masyarakat yang berada di luar jangkauan pelayanan BUMN/BUMD dan UPT/UPTD dan dilaksanakan untuk memenuhi Kebutuhan Pokok Air Minum Sehari-hari bagi masyarakat di kawasannya.

Baca Juga:  Rayakan Kemerdekaan, Dispar Kota Tangsel Gelar Festival Kebudayaan dan Gebyar Budaya

Pelatihan ini juga sarana untuk mengetahui perkembangan tiap KSM dalam melaksanakan pengeloaan beserta permasalahan yang terjadi, seperti perubahan kualitas air, tingkat kehilangan air (lost), penambahan Sambungan Rumah dan lain-lain, juga dimaksudkan untuk mempersiapkan KSM yang telah eksis untuk mempersiapkan tahapan pembentukan badan hukum bagi kelompok tersebut.

Karena program ini merupakan penyelenggaraan yang didasarkan pada konsep pemberdayaan masyarakat, dengan harapan program ini dapat mengembangkan potensi masyarakat yang ada serta menjaga program yang berkelanjutan. Oleh karena itu penguatan kapasitas yang dikembangkan di masyarakat menjadi agenda pokok dalam tahap pengelolaan ini. (ADV)

Comment