oleh

Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan Rutin Distribusikan BPNT bagi 15009 KPM

TANGSEL, SUARADEWAN.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Sosial (Dinsos), setiap bulan rutin distribusikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada 15009 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kepada suaradewan.com Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Wahyunoto Lukman mengatakan, hal tersebut dilakukan sebagai wujud dalam meningkatkan kualitas pelayanan melalui sejumlah program yang sudah ada.

“Bantuan itu dalam bentuk non tunai, nanti melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) ditukar menjadi bahan makanan. Seperti beras, minyak telur di e-waroeng yang dikelola oleh KPM juga,” katanya, pada Kamis (24/05/2018).

Sementara untuk rekapitulasi Bantuan Sosial (Bansos) di tahun 2018 sendiri ada tiga jenis program dengan beberapa item, yakni: A. Program Keluarga Harapan meliputi: (1). Program Keluarga Harapan Reguler dengan penerima sebanyak 8.582 keluarga, dengan besaran bantuan Rp 16.219.980. (2). Program Keluarga Harapan Disabilitas dengan penerima sebanyak 95 jiwa, dengan besaran bantuan Rp 190.000.000. (3). Program Keluarga Harapan Lanjut Usia, penerima sebanyak 83 jiwa, dengan besaran bantuan Rp 166.000.000

Baca Juga:  Dinas Sosial Kota Tangsel Beri Pembekalan Kepada Lansia di Tangerang Selatan

Sedangkan untuk Program Bantuan Pangan Beras Sejahtera meliputi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) penerima sebanyak 15006 keluarga, dengan besaran anggaran Rp 19.811.880.000. Adapun Bantuan Hibah Dalam Negeri meliputi: Bantuan Paket Sembako penerima sebanyak 350 keluarga, dengan besaran bantuan Rp 33.320.000, dan Bantuan Paket Anak Berprestasi penerima sebanyak 10 anak, dengan besaran bantuan Rp 2.250.000.

Total keseluruhan bantuan yang digelontorkan oleh Dinsose Kota Tangsel mencapai Rp 36.423.430.000.

“Kami akan terus meningkatkan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), pemberdayaan dan penanganan fakir miskin melalui program-program bantuan sosial, perlindungan sosial, dan juga jaminan sosial,” terangnya.

Baca Juga:  Secara Simbolis, Menteri Sosial Berikan Bantuan PKH sebanyak 8.582 Keluarga di Tangsel

Wahyu pun menegaskan, bahwa Dinsos senantiasa meningkatkan akurasi data KPM dengan memverifikasi serta memvalidasi data By Name By Address (BNBA) berbasis NIK.

“Itu dilakukan, agar semua program dapat tepat sasaran kepada keluarga miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial,” tegasnya. (FN)

Komentar

Berita Lainnya