HomeNasionalSosial Budaya

Direktur BPJAMSOSTEK: BPJS Ketenagakerjaan Memberikan banyak Perlindungan

Direktur BPJAMSOSTEK: BPJS Ketenagakerjaan Memberikan banyak Perlindungan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kehadiran negara dalam menjamin kehidupan para tenagakerja dengan membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau disingkat secara resmi sebagai BPJAMSOSTEK. Namun, dengan masih banyaknya problem dasar yang masih belum terpenuhi oleh BPJAMSOSTEK membuat peserta BPJS tersebut kehilangan kepercayaan pada pemerintah.

Menurut Koordinator Pembinaan Hubungan Kelembagaan Jaminan Sosial Kemnaker RI, Sumirah, bahwa permasalahannya juga masih berada pada masyarakat yang tidak patuh . Contohnya, masih banyak perusahaan yang tidak mendaftarkan tenagakerjanya menjadi peserta BPJS.

“Regulasi terkait dengan BPJS ketenagakerjaan semua sudah lengkap, akan tetapi penerapan di masyarakat belum maksimal, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya peserta yang tidak patuh,” kata Sumirah dalam webinar yang bertajuk “Memperkuat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk Kesejahteraan Pekerja,” pada Sabtu (26/06) yang diselenggarakan oleh Komite Pemuda Madura (KOPMA) bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

“Seperti perusahaan yang seharusnya wajib mendaftarkan seluruh tenaga pekerja akan tetapi hanya di daftarkan sebagian, ada juga peserta yang tidak rutin membayar iuran,” lanjut Sumirah.

Namun, Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJAMSOSTEK Muhyidin menepis kondisi tersebut, Ia menjelaskan bahwa BPJAMSOSTEK telah memberikan banyak manfaat kepada masyarakat.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan, Komisi IX Usulkan Pembenahan Sistem

“BPJS ketenagakerjaan ini juga bermamfaat dengan menyediakan jaminan biasiswa sebesar 174 Jt untuk 2 orang anak,” pungkas Muhyudin saat memberikan kuliahnya di webinar KOPMA tersebut.

Lebih lanjut, Muhyidin menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan ini sangat peduli dengan kesejahteraan dan keselamatan pekerja, hal ini diwujudkan dengan adannya program jaminan kecelakaan pekerja (JKP).

“Banyak manfaat yang akan didapatkan oleh para pekerja dengan adanya program ini. Mulai dari perawatan tanpa batas biaya, di rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS ketenagakerjaan dan tentu sudah banyak rumah sakit yang bekerjasama dengan kita,” tutur Muhyidin.

Selain itu, terang Muhyidin bahwa pihaknya juga memberikan santunan sementara bagi yang tidak mampu bekerja sebesar 100℅ upah 12 bulan pertama dan 50℅ berikutnya sampai sembuh.

“Ada juga santunan meninggal sebesar 48x upah, ada juga santunan cacat tetap total 56x upah. Ada beasiswa sebesar 174 juta untuk 2 orang anak. Ada homecare service hal ini berupa perawatan di rumah dan nanti akan didatangkan dokter ke rumah pekerja tersebut serta ada juga Back to Work atau bisa dikenal program kembali bekerja,” pungkas pria yang sehari-harinya sibuk sebagai pelayan masyarakat.

Baca Juga:  Ancaman Kurungan Penjara Bagi Pemilik Yang Tak Punya Peraturan Perusahaan

Ditempat yang berbeda, Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PDI Perjuangan Abidin Fikri, menjelaskan bahwa produk perundangan-undangan mengenai BPJS adalah amanah dari UUD 1945

“Adanya BPJS ketenagakerjaan atau BPJamsostek adalah amah dari hasil amandemen UUD 1945 yang turunannya ada dalam UU nomor 40 tahun 2004,” terang Abidin Fikri saat menyampaikan sambutannya di acara yang diselenggarakan oleh KOPMA UIN Jakarta.

Sebagaimana diketahui, kegiatan webinar ini menghadirkan sejumlah pembicara, yaitu H. Abidin Fikri, S.H.,M.H. (Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PDI Perjuangan). Muhyidin SE, MM. (Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Korporasi dan Institusi BP JAMSOSTEK).

Selain itu hadir juga Sumirah, S.Sos (Koordinator Pembinaan Hubungan Kelembagaan Jaminan Sosial Kemnaker RI). Moch. Eksan (Aktivis Buruh & Direktur Eksan Institute). Kegiatan webinar nasional dipandu moderator, M. Lutfiadi (Peneliti Civil Society Network – CSN). (aw)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: